<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372</id><updated>2012-02-09T12:28:59.694-08:00</updated><category term='tokoh dan saya'/><category term='tantang saya'/><category term='teman dan saya'/><category term='sepi dan saya'/><category term='sulawesi dan saya'/><category term='rasa dan saya'/><title type='text'>setapak saddang</title><subtitle type='html'>"yang mengalir bukan berarti tidak punya sikap"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-8391278152825119352</id><published>2011-11-13T22:58:00.002-08:00</published><updated>2012-02-09T12:13:03.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh dan saya'/><title type='text'>Gilai Kamu</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Hanya dari jauh saja. Cukup dari jauh saja dalam diamku aku nikmati pesonamu. Tidak perlu kau tahu. Aku lebih suka menyimpannya. Tidak akan basi, karena kututup rapat jauh di dalam anganku.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Kau begitu lusuh. Wajahmu kucel. Keringatmu jatuh begitu saja. Bikin luntur debu jalanan yang mendempul ujung rambut hingga kakimu. Bajumu lengket melekat di baju merahmu karena bubur keringat. Ujung jari kirimu kuning, kau perokok berat tentunya. Kadang rambutmu kau garuk, maka jatuhlah ketombemu di sekitar leher bajumu yang sudah bergambar pulau-pulau Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Tapi aku suka. Suka sekali memandangimu. Pesonamu. Semangatmu. Karena itu memang kamu. Kamu yang begitu polos. Kamu yang begitu jujur. Kamu yang menjadi kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Kamu tidak seperti penjilat idealisme. Bukan seorang sok. Hanya seorang yang mati-matian menyusuri jalanan Indonesia untuk melihatnya lebih dekat. Ya, sekali lagi itu kamu. Aku selalu rindu melihatmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Biarkan orang bilang kelakuanmu itu tabu. Biarkan orang bilang; "Masuk rumah sakit jiwa saja sana!". Aku lebih menyakini apa yang kau yakini tentang kegilaan. Kegilaan di mana orang berbeda dengan orang lain. Orang yang menikmati dunianya. Aku juga heran, kenapa orang yang menikmati dunianya. Orang yang meyakini apa yang diyakininya. Orang yang menjadi minoritas dikatai gila. Dibunuh tanpa alasan. Ditembak bagai babi buruan. Aku tidak tahu yang gila siapa sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Tapi aku begitu menggilaimu. Kau yang mati ditembak karena "Lek To" bilang kau gila. Lalu dihilangkan entah di mana. Kau gila kebebasan yang mdnjadi merdeka...[bersambung]&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Mamuju, 30 September&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Untuk Nia, yang lusuh karena mengenangnya&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;(Mengenang Tragedi Kemanusiaan Terburuk dalam Sejarah Indonesia)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-8391278152825119352?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/8391278152825119352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=8391278152825119352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/8391278152825119352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/8391278152825119352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/gilai-kamu.html' title='Gilai Kamu'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-4282336113394955322</id><published>2011-11-13T22:58:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:13:22.758-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa dan saya'/><title type='text'>Tentang Nia</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Namanya siapa aku tidak tahu. Yang aku tahu dia seorang janda muda beranak satu. Pertemuan pertamaku dengannya di situ, toko kecil pojok jalan. Aku akui dia cantik. Ah, tapi standart seperti perempuan lain pada umumnya. Matanya bulat indah. Bulu matanya juga lentik. Rambutnya diikat tapi poninya lepas terurai. Punya lesung pipi. Make up-nya tidak terlalu ramai. Polos, natural, klasik, wajahnya putih. Tapi aku menolak untuk mengatakan dia ayu. Deah, nggak penting banget!&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Rumahnya ya di situ itu, toko kecil pojok jalan. Aku tidak pernah mau dan tidak pernah berniat beli rokok di situ lagi. &lt;i&gt;Ngapain ah!&lt;/i&gt; Tapi mau apalagi, kalau pulang ke rumah pasti lewat situ. Dan tidak mungkin kan, aku mutar balik cari rokok di tempat lain?! Begitulah adanya, mau bagaimana coba?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Kata Ibu Haji yang buka warung di sebelah toko si janda itu-yang juga langganan saya, tapi saya nggak tahu kenapa saya klaim diri saya jadi langganannya-suaminya sudah tidak pernah kembali sejak hijarah ke Malaysia. Duh, Ibu Haji ini kok suka ngomongin orang ya? Saya sih cuek saja. Lalu saya bilang; "Kasihan ya Bu Haji" kataku dengan perasaan yang aku sendiri tidak tahu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Sekali lagi aku tidak pernah mau tahu apa pun tentang janda itu! Yang aku tahu namanya Nia. Barangkali sudah tiga hari aku mencari tahu siapa namanya. Bertanya ke sana ke mari. Bukan bermaksud apa-apa lho ya! Hanya sekadar ingin tahu saja. Anaknya masih berumur empat bulan. Dia sendiri yang mengurus anaknya. Kerjanya ya buka toko kecil di pojok jalan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Setiap aku ingin tidur aku sholat dulu meminta kepada Tuhan agar tidak bermimpi lagi tentang Nia. Memang itu niat tulus dari dalam hati untuk tidak selalu mengingatnya. Apa sih pentingnya dia? Dia hanya janda cantik. Matanya bulat. Wajahnya manis. Dia polos. Menyimpan sejuta misteri dan magnet yang menarik-narik. Ah, aku penasaran. Tuhan, kalau kau beri aku mimpi indah dengannya tidak apalah sekali-kali.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Nia itu jahat. Aku tidak pernah suka dengannya. Caranya memandang bikin aku, ah tidak tahu. Aku selalu ingin memandang lama wajahnya. Dia itu setan, selalu menggangu aku dalam lamunanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Sampai saat ini sudah empat bulan aku mengenalnya. Dan selama empat bulan itu aku mengklaim bisa melupakannya. Nia itu jahat, lebih jahat dari setan. Aku mundur. Aku tidak ingin menyinggung Nia lagi. AKu tidak ingin berbicara tentang Nia lagi. Aku tidak ingin mengingat-ingat Nia lagi. Nia yang rumahnya di pojok jalan itu. Nia yang yang punya anak satu. Nia yang polos wajahnya. Bulat matanya. Terlebih lesung pipinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Sudahlah STOP aku sudah lupakan Nia. Sudah lama. Aku tidak ingin mengingatnya. Apalagi menulis tentangnya! Nia.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Mamuju, September 2011&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Namanya ternyata bukan Nia, tapi Mia.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Kata Pak Haji suami Ibu Haji, namanya Ria.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Kata si tukang ojek sih, Dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Baiknya Aku cari tahu sendiri deh...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-4282336113394955322?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/4282336113394955322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=4282336113394955322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/4282336113394955322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/4282336113394955322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/tentang-nia.html' title='Tentang Nia'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-8841227119298822947</id><published>2011-11-13T22:57:00.004-08:00</published><updated>2012-02-09T12:16:23.949-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tantang saya'/><title type='text'>Teluk Mandar</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Merayap ombak pada pasirmu&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Berbuih jadi embun&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Sambut senyum Pesandeq&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Tegap perkasa menghantam deru ombak&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Berlari labuhkan Sandeq ke selat luas&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Layar menegang&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Angin Teluk Mandar&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Meyanyikan lagu suka cita&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Sayonara senja pada ufuk&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Membasuh wajah&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Lalu menyadarkan lamunan&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Tempat kecil yang polos&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Mamuju, 21 September&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-8841227119298822947?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/8841227119298822947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=8841227119298822947' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/8841227119298822947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/8841227119298822947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/teluk-mandar.html' title='Teluk Mandar'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-408729524695536302</id><published>2011-11-13T22:57:00.003-08:00</published><updated>2012-02-09T12:14:04.651-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman dan saya'/><title type='text'>Meng-kita.</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Aku &lt;i&gt;ngapel&lt;/i&gt; bawa dua merek minuman&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;yang katanya milik kapitalis,&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;plus Terang Bulan dan sedikit kue kering.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Lalu kita tertawa lepas di bawah bulan terang&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;bicara kisah cinta Marx, sedikit Gie.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Jalanan makin sunyi di bawah remang lampu&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;malam.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Besok ada banyak kisah milik kita berdua&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;yang tidak tersangkut dengan;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;apapun kata orang atau teori pemikir-pemikir&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;yang hendak mendoktrin "begini harusnya".&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Kita bebas, kita &lt;i&gt;liyan&lt;/i&gt;, kita menjadi,&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;kita meng-kita, kita me-cinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;Kitalah pemilik kebebasan!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Jember, 4 Juli 2011&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;NB: semangat ya sayang! ;)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-408729524695536302?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/408729524695536302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=408729524695536302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/408729524695536302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/408729524695536302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/meng-kita.html' title='Meng-kita.'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-6303570815957320704</id><published>2011-11-13T22:57:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:14:13.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman dan saya'/><title type='text'>Eh, Kamu?!</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;"Wah, sudah lama ya?!" spontan kau menyapa tanpa salam pembuka atau sekadar basabasi. Sebelumnya kita saling awas memeriksa, saling mengamati dengan mata, siapa ya?. Benar itu kamu, awalnya aku ragu. Ya, itu kamu! Betapa ingat aku dengan lesung pipimu itu, yang merekah menarik perhatian sekitar. Itu lesung pipi yang pernah aku coba menyusup jauh ke dalamnya, yang aku temukan tentunya bukan sekadar lesung pipi.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;"Hmmm...tidak &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt;, baru empat bulan-10 hari-5 jam-25 menit 7 detik, kita tidak ketemu!" kataku &lt;i&gt;sok jaim&lt;/i&gt; di depan orang yang pernah mengaduk-aduk hatiku ini. Ah, sial! Ingin bermaksud &lt;i&gt;jaim&lt;/i&gt;, kenapa jadi seperti orang yang kangennya tidak bisa di nalar. Kamu hanya tersenyum, tapi kamu terlihat kikuk. Jangan-jangan kamu...[bersambung]&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Jember, 20 Juni 2010.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;NB: Sastra Cyber Itu Tidak Ada...tauk ah!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-6303570815957320704?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/6303570815957320704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=6303570815957320704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6303570815957320704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6303570815957320704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/eh-kamu.html' title='Eh, Kamu?!'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-4000618980896046603</id><published>2011-11-13T22:56:00.003-08:00</published><updated>2012-02-09T12:14:31.772-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman dan saya'/><title type='text'>Di Tikungan Saja</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;bantal guling: mau ke mana?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;saya: ke Tikungan aj kok...&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;batal guling: kamu punya guling-guling yang lain ya?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;saya: lho, kok nanya gitu? kenapa? kamu cemburu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;bantal guling: anggak kok, cuma kamu jarang aj di kosan temani saya...&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;saya: biasa aja kalee, saya ke Tikungan mau belajar kok!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;bantal guling: kamu marah sama aku?&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;saya: nggak!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;bantal guling: itu mukanya kayak gitu...&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;saya: berangkat dulu ya...&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;batal guling: asal jangan jarang pulang aj...(memalingkan waja, lalu menitikkan air mata).....&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Jember, 1 Mei 2011&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-4000618980896046603?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/4000618980896046603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=4000618980896046603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/4000618980896046603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/4000618980896046603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/di-tikungan-saja.html' title='Di Tikungan Saja'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-6721463914628186445</id><published>2011-11-13T22:56:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:14:51.090-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman dan saya'/><title type='text'>Nyanyian Jemuran(mu).</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;:zaki&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;kucekan kain yang dirembesi air&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;terus menerus. terus menerus. dan lagi&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;sekuat tenaga dalam kurus tubuhmu&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;terus menerus. terus menerus. dan lagi&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;bunyi akibat dari itu bersahut-sahutan, gantian&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;terus menerus. terus menerus. dan lagi&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;duh, seksinya! kamu dalam situasimu&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;langit pekat gulungan awan&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;berkejaran, liar, berteriak&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;jadikan kau bulan-bulanan&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;terus menerus. terus menerus. dan lagi&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;sekuat tenaga dalam kurus tubuhmu&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;kau pertunjukan keseksian situasimu itu&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;berpindah latar dalam situasi yang sama&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;langit meneror, kau terjang&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;tidak soal.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;ah, hanya gertakan katamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;langit murka!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;jemuran-mu yang basah&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;tambah lagi basahnya&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;tapi bernyanyi mereka untukmu&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;mengiburmu yang murung&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;walau jarang dicuci&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;iri jarang di pakai&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;padamu yang meratapi langit&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Jember, 13 April 2011 Pkl. 16.00&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-6721463914628186445?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/6721463914628186445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=6721463914628186445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6721463914628186445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6721463914628186445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/nyanyian-jemuranmu.html' title='Nyanyian Jemuran(mu).'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-6473347786398901287</id><published>2011-11-13T22:55:00.003-08:00</published><updated>2012-02-09T12:15:00.589-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tantang saya'/><title type='text'>"Senyum Manto"</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;...Manto namanya,  tetangga Anjar. Jatuh cinta si Manto kepada Nilam adek tetangganya itu  sejak masih bocah ingusan. Bahkan sejak masih Bocah yang tiada capek  terus bermain, Manto selalu mencuri pandang pada pujaan hati. Sampai  saat ini, menjadi pemuda lugu nan polos. Mencuri pandang memang  perbuatan pecundang. Manto menyadari betul hal itu. Apa boleh buat,  dalam strata di masyarakatnya, Manto itu rendahan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi  mencuri pandang menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan bagi Manto.  Seperti di surga rasanya, terbang melayang, seakan dunia ini hanya  miliknya. Betapa tidak, wajah Nilam memang cantik, terlebih bagi Manto.  Wajah Nilam yang bulat, bibir yang tipis, bulu mata yang lentik, walau  hanya sedetik saja dipandang Manto, tidak bisa tenang dia rasanya. Yang  ada hanya Nilam saja di hari-harinya. Kalau Nilam tersenyum, aih  manisnya!...[potongan cerita bersambung]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;masih Jember saja, tanpa waktu.&lt;/div&gt;NB: hanya potongan, mau belajar pakai banyak sudut pandang yang berbeda... :) :) :)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-6473347786398901287?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/6473347786398901287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=6473347786398901287' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6473347786398901287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6473347786398901287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/senyum-manto.html' title='&quot;Senyum Manto&quot;'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-5509648883605480068</id><published>2011-11-13T22:55:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:15:09.957-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepi dan saya'/><title type='text'>Mencarimu?!</title><content type='html'>Terus aku cari di mana kamu. Terus ingin aku temui di mana kamu.  Ingin aku melihatmu, terus melihatmu. Tidak perlu aku belai mesra  dirimu. Tidak usah aku peluk erat tubuhmu. Tidak mesti aku kecup  keningmu. Tidak wajib kau sandarkan kepalamu di bahuku lalu aku kucium  rambutmu. Cukup melihatmu dari jauh. Hanya merasakanmu dari 50 meter  jarak aku dan kamu. Kamu adalah satu persoalan yang mampu mendefinisikan  rasa dan nyaman. Kamu adalah “ada” yang mengusir senyap dan sunyi  puisi-puisiku. Lunglai dan layu diri dibelai dingin dan beku suasana.  Itulah kamu yang terus aku cari.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa? Saat aku  telah bertemu denganmu. Ya, bertemu denganmu! Semua menjadi pahit.  Mengalahkan rasa pahit Buah Palapa atau semua benda abstrak atau tidak  abstrak yang berasa pahit. Sudah sering aku temui kamu. Di alam ide,  nyata, atau &lt;i&gt;cyber&lt;/i&gt;. Semua berasa pahit! Rasa pahit yang aku  telan habis-habisan. Ah, gila! Kenapa kita dipertemukan? Untuk apa semua  ini? Tanyaku terus-menerus. Gugatku pada dalang yang memainkan wayang  dengan cara yang sangat misterius. Wayang mesti menerima perannya? Agar  pergelaran menjadikan penonton terhibur? Duh, dalang! Kamu adalah kuasa  atas &lt;i&gt;ending&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;happy&lt;/i&gt; atau tidak &lt;i&gt;happy&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Sudahlah.  Aku ingin menghibur penonton dengan caraku sendiri. Kalau kamu yang  terus aku cari berkenan menerima tawaranku, mari kita lakukan. Mari kita  menghibur diri sendiri, dengan berbagi peran sesuka hati. Merangkai  sendiri cerita kita. Bagaimana inginmu, bagaimana inginku. Adil bukan?  Setelah itu biarkan penonton yang menilai. Atau yang lebih ekstrim,  tidak usah ada penonton! Yang ada hanya kita berdua. Membaca teatrikal  puisi di pantai yang sunyi. Di dunia yang sepi tanpa harus lenyap. Kita  berdua yang menikmati lakon kita. Lebih baik bukan? Tidak akan ada orang  yang menangis, tidak akan ada yang tertawa, tidak akan ada yang  menggugat, atau mati bunuh diri karena lakon kita.&lt;br /&gt;Kamu  yang aku cari. Tidak tahu bagaimana jawabanmu, atas tawaranku. Sekarang  giliranmu yang menjadi misterius, setelah dalang. Aduh, bagaimana ini?  Bagaimana kalau sudah begini jadinya? semua menjadi misterius! Apakah  aku harus berdamai dengan sang dalang? Haruskah aku berdamai denganmu  yang terus aku cari? Haruskan aku berdamai dengan penonton? Tidak,  tidak, tidak! Masih belum!&lt;br /&gt;Kenapa aku bisa mencari-cari  kamu? Apakah sang dalang sudah mengatur, agar aku dan kamu bertemu?  Apakah memang ceritanya atau dalam naskah aku harus mencarimu? Ah, tidak  ada naskah dalam lakon ini! Tidak ada. Ini semua yang mengatur adalah  sang dalang. Sekali lagi, apakah aku harus berdamai dengan sang dalang?  Agar dia mau merubah ceritanya menjadi; aku tidak mencari-cari kamu.  Atau berdamai denganmu yang terus aku cari agar; aku tidak mencari-cari  kamu. Mungkin berdamai dengan penonton agar; &lt;i&gt;reques&lt;/i&gt; kepada dalang biar ceritanya aku tidak mencari-cari kamu.&lt;br /&gt;Dalang  bilang aku sudah menjadi pemberontak yang menolak cerita; “aku harus  mencari-cari kamu, yang masih misterius”. Mencari-cari namun yang  kutemukan hanya rasa pahit di semua dunia yang biasa kamu aku temui.  Hei, bahkan dalang bilang dia sudah tidak sanggup menghadapi  pemberontakan yang aku lakukan. Dalang bilang dia pasrah dan menyerah.  Sanga dalang mundur dari pertunjukan. Penonton kecewa, dan anehnya kamu  yang aku cari-cari, ikut-ikutan kecewa karena aku menjadi pemberontak  cerita. Semua marah kepadaku, semua &lt;i&gt;mutong&lt;/i&gt; kepadaku, si pemberontak cerita!&lt;br /&gt;Alam mulai menjadi tidak seimbang. Bumi &lt;i&gt;gonjang-ganjing&lt;/i&gt;. Seribu gunung meletus, memuntahkan lahar panas diawali &lt;i&gt;wedus gembel&lt;/i&gt;. Laut terbelah. Petir menyambar-nyambar. &lt;i&gt;Gledek&lt;/i&gt;  bersahut-sahutan. Planet-planet bergerak tidak beraturan, bahkan nyaris  terjadi tabrakan antar galaksi. Semua menjadi panik. Tangis pecah di  mana-mana. Semua menjadi kacau, karena aku si pemberontak cerita! Lalu  apa yang harus aku lakukan. Apa tindakanku agar semua menjadi normal  kembali seperti sedia kala?&lt;br /&gt;Hei, kamu yang bikin Note ini! Apa yang harus aku lakukan? Jangan cuma &lt;i&gt;ngopi&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;rokokan&lt;/i&gt; tok! &lt;i&gt;Piye to!&lt;/i&gt; Bantu aku!.... Apa? Apa yang kamu bilang barusan? Ah, masak sih? Yang &lt;i&gt;bener nih&lt;/i&gt;? Apakah dengan nasehatmu itu semua akan menjadi normal, &lt;i&gt;hei&lt;/i&gt;  kamu yang bikin Note ini? Apakah manjur itu nasehatmu; “tidak perlu  berdamai dengan dalang, penonton, dia yang aku cari, atau alam. Tapi,  kamu harus berdamai dengan diri sendiri?”. [the end]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Jember, lusa senin 28 Februari 2011 (ingat ujian skripsi dan pendadaran), Pkl. 11.00 WIB.&lt;/div&gt;NB: &lt;i&gt;sinau yuk&lt;/i&gt;, Senin ujian! :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-5509648883605480068?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/5509648883605480068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=5509648883605480068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/5509648883605480068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/5509648883605480068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/mencarimu.html' title='Mencarimu?!'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-3008685112696977992</id><published>2011-11-13T22:54:00.002-08:00</published><updated>2012-02-09T12:15:24.326-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tantang saya'/><title type='text'>Pantai Manis!</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Sudah Pukul 03.36 WIB,  Tanggal 1 Januari, Tahun 2010. Ya, ampun! Kita melewatkan pergantian  tahun semalam. Tapi tidak apa manis, jangan menggugat diri, karena  mendung di langit adalah laku alam. Hujan di pergantian tahun ini hanya  sebentar saja, dan sekarang sudah redah. Jadi jangan pesimis, kita tetap  bisa bersama merasakan tahun yang berganti. Tidak tahu aku, pukul  berapa tepatnya hujan mulai redah. Tapi di luar tenda semilir angin dari  daratan ke laut, membawa hangat suhu tanah. Lihatlah, angin tidak  terlalu kencang, tapi sepoi-sepoi angin bertiup setelah hujan.  Sepoi-sepoinya perlahan, lihat ilalang di bawah pohon itu, indah bukan?  Ilalang yang bermandikan cahaya petromak, dibelai mesra semilir angin,  lembut! Embun mulai turun perlaham, menari-nari di atas rumput yang  berbunga.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya, ampun! Sudah Pukul 03.42 WIB, Tanggal 1  Januari, Tahun 2010. Dan, kita melewatkan pergantian tahun semalam.  Aduh, bagaimana ini?! Oh, manis jangan marah karena kita melewatkan  pegantian tahun semalam! Hujan, dingin, basah, hangat mie instan, kopi  setengah pahit, rokok kalengan, dan merdu lagu yang kita nyanyikan  semalam penyebab kita tertidur pulas. Terlewatkanlah pergantian tahun  semalam. Jangan sedih manis! Hujan sudah redah, ombak di pantai  memanggil-manggil, pasir berdesir ditiup angin, kesepian. Ayo duduk di  pinggir pantai manis! Aku yakin, sesuatu yang menyenangkan akan  menggantikan pergantian tahun semalam yang kita lewatkan. Di sana,  sumber bunyi ombak yang memecah karang, merayap di pasir, lalu berbuih.  Pantai Bande.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kamu kedinginan manis? Ini pakai saja jaketku, aku tidak apa-apa &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt;!  Ya, begitu lebih baik, agar ideku ke luar dari tenda lalu duduk di  pantai menjadi ide yang menyenangkan. Aku bawa toples berisi sembilan  puluh origami yang aku buat sendiri dari kertas bungkusan rokok. Ingin  aku larungkan ke laut, bersama lima harapanku. Tapi, harusnya aku  larungkan seratus origami, jadi kurang sepuluh lagi origami. Maukah kamu  bantu aku membuat sisanya? Buat origami berdua di atas pasir, berteman  redup cahaya alam, dan merdu nyanyi alam. Tidak apa langit terlihat  kelam, tidak ada bulan dan bintang. Aku harap ada senyum di wajahmu yang  muncul sejak dari hatimu.&lt;br /&gt;Lihat di tengah laut sana,  nelayan sedang mencari ikan. Pernahkah kau berpikir manis,  nelayan-nelayan itu melaut untuk orang-orang yang dikasihinya. Mereka  tidak pernah takut, terlebih nelayan yang melaut sendirian. Lihat perahu  yang kecil itu, hanya berteman dengan gemercik air dan lampu minyak.  Betapa bahagiannya nelayan itu kalau mendapat ikan yang banyak. Duh, aku  jadi teringat buku kecil karangan Hemmingway yang bercerita tentang  nelayan tua yang berjuang sendirian di tengah laut. Pesannya sederhana,  “manusia bisa dikalahkan tapi tidak bisa ditakhlukkan”. Ya, seperti aku  yang tidak bisa mengalahkan hatimu, tapi bisa menakhlukkan hatimu.  Aduh…aduh…aduh! Perumpamaan yang aku buat &lt;i&gt;kok nyerempetnya&lt;/i&gt; jauh sekali?! Ha ha ha…ada-ada saja, itu hanya &lt;i&gt;guyonan lho&lt;/i&gt;, jangan dianggap “tidak serius” ya! Ha ha ha…&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ngomong-ngomong&lt;/i&gt;  aku punya rahasia manis. Hmmm, rahasia yang lama aku simpan. Mau tahu?  Ya namanya rahasia, tidak boleh dibuka. Kalau dibuka, jadinya bukan  rahasia. Tapi ada yang bilang, rahasia itu ada dua; rahasia pribadi dan  rahasia umum (sudah menjadi rahasia umum). Kalau aku ceritakan ke kamu,  berarti “sudah menjadi rahasia umum”, tapi masih bernama “rahasia” kan?.  Okelah, aku ceritakan! tapi sebentar, tunggu kalau origaminya sudah  jadi lima ya. Ha? Sudah lima? Tambah punyaku jadinya enam ya? Wah cepat  sekali jadinya! Ok…ok…ok…rahasiaku; “aku ingin berteriak ke arah laut  sekuat tenaga karena aku nyaman di dekatmu!”. Bolehkah aku berteriak  sekarang manis? Di Pantai Bande ini?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Hey,  lihat manis, arah tenggara sana! Awan seperti tirai, cahaya mentari  menembus celahnya. Hari sudah mulai pagi! Dan origami sudah lengkap  seratus buah. Bagaimana kalau kita sepakati saja, harapanku aku jadikan  satu dengan punyamu. Lima harapan dari kita berdua istilahnya. Oke kita  setuju! Mari kita larungkan di air laut sebatas lutut. Berdirilah di  depanku, kedua tangan kita di rentangkan ke depan memegang toples, tutup  mata, dan relakan origaminya berjatuhan ditelan ombak! Biarkan mereka  hanyut, bersatu dengan air laut, berlabuh sampai Australia, lalu  mengabarkan kepada dunia tentang harapan kita.&lt;br /&gt;Baiklah,  aku akan tetap memelukmu dari belakang karena kau yang meminta. Baiklah  biarkan kaki kita sedikit bergoyang disapu lembut ombak, dan kaki kita  berdua kokoh menahannya. Baiklah biarkan kita tetap di sini sejenak  merasakan hangat suasana. Aku mencium rambutmu,  lalu berbisik di  telingamu. Apakah kau mendengar satu rahasia lagi yang aku ucapkan  manisku?!&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(…langit semakin terang, semua tampak jelas.  Termasuk lelaki itu, yang dari tadi berdiri sendiri memeluk toples di  air laut yang sudah sebatas paha, celana panjangnya basahhh. Apakah dia  gila? Atau mungkin frustasi? Hanya ombak dan pasir yang tahu!...)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Bande Alit, 1 Januari 2010, Saat hari membuka tirainya.&lt;/div&gt;NB: wah, sudah 2010! Apa yang berubah? &lt;i&gt;Thanks to;&lt;/i&gt; GM dan KPK. Bertiga &lt;i&gt;tok&lt;/i&gt; ke Bande Alit… :D&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-3008685112696977992?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/3008685112696977992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=3008685112696977992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/3008685112696977992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/3008685112696977992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/pantai-manis.html' title='Pantai Manis!'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-7081248064922232124</id><published>2011-11-13T22:54:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:15:41.082-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepi dan saya'/><title type='text'>Masih Ada Aku Simpan.</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Masih Mayangku! Masih  aku simpan rapi satu cinta yang kau titipkan padaku. Satu cinta yang  pernah kita benihkan lalu ditanam menancap mengakar di pot hati. Dia  mekar bersemi mewarna lesu hari menjadi begitu berarti. Masih aku siram  setiap pagi dan sore dengan air yang aku ambil di sumur belakang. Masih  aku jaga dengan sabar, dengan satu keyakinan dia (cinta) tetap hidup di  pot hatiku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Itu dulu, dulu sekali saat  kamu dan aku berlari di jalan setapak dekat kali kecil tempat suara  gemercik air. Di pematang sawah yang kering setelah di panen, kita  menangkap capung, mengikatnya dengan benang, melepasnya lalu mengejarnya  sampai kita dan capung kelelahan. Capung kita lepas, karena kasihan  ibunya menunggu di rumah. Itu sore yang indah kita merebah di atas  jerami kering di sawah yang kering. Bau bunga ilalang menemani kita  menatap langit berwarna oranye, lalu benih cinta hadir lewat suasana.&lt;br /&gt;Itu  dulu sekali, kita menanam benih cinta bersama-sama. Kita menyiramnya  bersama-sama. Dan merawatnya bersama-sama. Kita menanamnya di pot hati  masing-masing. Kadang aku mengecek pot hatimu, begitu juga kau gantian  mengecek pot hatiku. Kalau semua baik-baik saja, kita bergandengan  tangan menuju sawah yang kering untuk mengejar capung lagi. Itu sudah  berlalu, kita saling melempar senyum, tertawa bersama, dan makan kelapa  muda yang aku panjat di pinggir sawah yang kering.&lt;br /&gt;Lalu  aku tinggal sejenak, berjuang agar aku bisa membangunkan istana megah  untukmu. Bukan sekadar istana, tapi tempat di mana kita akan mengukuhkan  diri sehidup semati. Tempat terbahagia yang tidak pernah ada di bagian  bumi manapun. Itu tempat istana kita! Hidup kita akan kita habiskan di  istana itu. Dengan anak-anak kita kelak dan ketercukupan hidup sebagai  manusia. Jika nanti kita mati, kita bisa berbangga hati di hadapan  malaikat lalu Tuhan; “kami pernah punya istana megah yang dibangun dari  pondasi cinta yang kokoh”.&lt;br /&gt;Kenapa cinta di pot hatimu  tidak pernah kau jaga dan kau siram? Apakah karena aku tidak pernah  mengingatkanmu? Atau mungkin karena aku jarang mengirimi kamu surat  “perhatian” agar cintamu tetap kau siram dan kau jaga. Tapi aku tidak  paham kenapa cinta di pot hatimu menjadi layu? Kita pernah berjanji;  “jangan takut, cintaku akan baik-baik saja, begitupun aku akan percaya  cintamu akan baik-baik saja”. Tapi…ah…&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Masih  Mayangku! Masih aku siram dan simpan rapi pot cinta di hatiku. Kini kau  sudah punya pot cinta yang lain, menggantikan pot cintaku “yang aku  titipkan kepadamu”. Biarpun begitu, pot cintamu yang kau titipkan  kepadaku akan selalu aku jaga. Pagi dan sore tidak lengah aku siram  dengan air yang aku ambil di sumur belakang. Selalu aku nyanyikan lagu  ciptaanku sendiri, aku bacakan cerpen buatanku sendiri dan aku bacakan  sajak bikinanku sendiri.&lt;br /&gt;Masih Mayangku! Karena buatku  cinta bukan soal belaian mesra, bukan soal memanjakan, bukan pula soal  “surat perhatian”. Buatku cinta adalah saling menjaga. Masih Mayang!  Masih aku jaga walau kita tidak lagi bersama. Akan aku jaga sampai mati.  Jika nanti aku mati, aku akan berbangga hati di hadapan malaikat lalu  Tuhan; “aku pernah punya cinta yang selalu aku jaga”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Jember, 15 Desember 2010 (Pkl. 15. 49 WIB)&lt;/div&gt;NB:  ke dosen pembimbing, serahkan, pulang ke kosan bikin cerpen, lalu  tertawa sendiri baca cerpen bikinan sendiri…kha kha kha kha…lucunya  diriku dalam susunan kata dan kalimat di monitor komputer…&lt;br /&gt;:D ……… Jijay!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-7081248064922232124?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/7081248064922232124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=7081248064922232124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/7081248064922232124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/7081248064922232124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/masih-ada-aku-simpan.html' title='Masih Ada Aku Simpan.'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-6735585429917420999</id><published>2011-11-13T22:51:00.003-08:00</published><updated>2012-02-09T12:20:33.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tantang saya'/><title type='text'>Ditapuk!</title><content type='html'>Saya ditapuk amanah&lt;br /&gt;Dengan gemuruh tepuk tangan&lt;br /&gt;Dengan tepuk dipundak dari sekian orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya bingung&lt;br /&gt;Kenapa ditapuk amanah&lt;br /&gt;Untuk apa saya diberi tepuk tangan&lt;br /&gt;Lalu tepuk dipundak dari sekian orang&lt;br /&gt;Di kepala ini bertambah lagi&lt;br /&gt;Tiga hal dalam satu waktu&lt;br /&gt;Ya, satu waktu yang singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya putuskan untuk setengah-setengah&lt;br /&gt;Setengah sadar dan setengah mati&lt;br /&gt;Menjalani hidup yang entah di mana muaranya&lt;br /&gt;Tapi pada saat ini-yang saya yakini-saya telah sampai pada;&lt;br /&gt;Hal yang membingungkan!&lt;br /&gt;Saya pun bertepuk tangan dan menepuk pundak&lt;br /&gt;Untuk merayakannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jember, 28 November 2010 (Pkl. 21.22)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;NB: untuk orang-orang yang telak ditap(u)ok…&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-6735585429917420999?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/6735585429917420999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=6735585429917420999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6735585429917420999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6735585429917420999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/ditapuk.html' title='Ditapuk!'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-8117082653173863422</id><published>2011-11-13T22:51:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:22:16.855-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepi dan saya'/><title type='text'>Akan Aku Bagi dengan Siapa Rahasiaku?</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Aku punya rahasia! Tapi  tidak tahu mau berbagi dengan siapa? Karena tentunya tidak sembarangan  orang yang bisa mengerti bahkan memahami rahasiaku. Tidak sembarangan  orang yang dengan &lt;i&gt;legowo&lt;/i&gt; paham betul yang aku rasakan. Tidak  sembarangan orang yang mau memposisikan dirinya menjadi diriku.  Bagaimana kalau seseorang menjadi seorang aku, yang tahu betul bagaimana  rasaku. Minimal dia mau meng&lt;i&gt;copy paste&lt;/i&gt; segala hal di diriku ke dalam dirinya. &lt;i&gt;Copy paste&lt;/i&gt; bukan dalam artian memalsukan diriku di dalam dirinya. Bukan!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Teman”? Teman mana yang enak diajak &lt;i&gt;guyon&lt;/i&gt;! Teman mana yang cerdas &lt;i&gt;guyonan&lt;/i&gt;nya.  Teman mana yang tahu bagaimana menjadi teman? Teman mana yang paham  dengan rasa? Yang pasti, teman kadang bisa menjadi musuh dalam selimut.  Ah, aku ini ada-ada saja! Tapi itu pengalamanku bagaimana kecewanya  dengan teman yang mengaku teman, padahal…. Ya, demikianlah seorang  teman. Bukannya benci dengan teman, tapi benci dengan “sifatnya” seorang  teman. Sifat bermuka rubah.&lt;br /&gt;Masih, di sini aku bertanya,  dengan siapa aku akan berbagi rahasia? Harap maklum rahasiaku tentang  rasa kepada seorang Hawa. Apa itu? Detailnya bagaimana? Sebentar!  Soalnya aku masih bertanya, dengan siapa aku akan berbagi rahasia?  Lama-lama aku bisa memendam rahasia itu. Tapi kalau lama-lama disimpan,  takut basi lalu jadi penyakit. Apakah aku harus membaginya kepada Tuhan?  Oh, Tuhan masih menampung rahasiaku, tidak ada yang tahu-bahkan  diriku-kapan akan dijawab-Nya rahasiaku. Aku butuh manusia yang mau  diajak ngobrol dalam tentang rahasiaku.&lt;br /&gt;Duh, lama-lama  seorang Hawa, yang aku rahasiakan tentangnya, akan kubagi sendiri  dengannya. Ya, kalau sudah jengkel begini lama-lama langsung saja kubagi  dengannya. Aku akan mengajaknya ngobrol baik-baik sebagai laki-laki,  rahasiaku tentang dia. Dari pada aku repot-repot mencari manusia yang  bisa aku bagi rahasiaku. Dari pada aku sibuk memilih dan memilah lalu  curiga mencurigai seseorang yang aku anggap pantas kubagi rahasiaku.&lt;br /&gt;Kenapa  harus denganmu Hawa? Bukankah rahasia yang disimpan seseorang tentang  seseorang, tidak boleh diketahui oleh orangnya tentang rahasia  kepadanya? Aku hanya ingin legah. Aku hanya ingin kamu tahu. Aku hanya  ingin lepas dari penjara rahasia. Aku hanya ingin menjadi seorang yang  jujur. Bagaimana rahasiaku tentangmu manis! Kelak aku tidak ingin  menyesal karena menyimpan rahasia. Tidak ingin kelak menjadi penyakit  yang menghilangkan akal sehatku. Itu saja &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Hai,  seorang Hawa, yang sedang kusimpan rahasia tentangmu. Di mana saat ini  kau berada? Sedang apa kau detik ini? Sedang bobok kah kamu? Atau sedang  begadang seperti yang aku lakukan saat ini? Sedang bikin cerpen atau  puisi mungkin? Pasti kau sedang sumpek dan ambruk dalam rutinitas  seharian tadi? Sedang garap tugas kuliah? Atau…kau sedang memikirkanku  ya? Aih…aih…ketahuan. &lt;i&gt;Huaaaching…!&lt;/i&gt; Sial, &lt;i&gt;geer&lt;/i&gt; sekali saya ini! Hawa, aku ingin berbagi rahasia denganmu! Rahasia tentang dirimu yang lama aku simpan.&lt;br /&gt;Langsung  saja rahasiaku begini…. Tapi tunggu dulu, aku takut kamu marah. Aku  takut kamu tidak menyapaku lagi. Aku takut bisa jadi gila, karena  rahasiaku tentangmu &lt;i&gt;gilani&lt;/i&gt;. Takut nanti jadi malu aku. Aku takut kamu nanti &lt;i&gt;shock&lt;/i&gt;.  Aku takut nanti persahabatan kita yang menyenangkan itu menjadi tidak  menyenangkan lagi. Bagaimana coba, kalau nanti aku mundur dari hadapanmu  lalu enyah hilang ditelan bumi. Karena aku sengaja melakukannya, alasan  yang cukup rasional adalah aku tidak ingin kau melihatku lagi.&lt;br /&gt;Rahasiaku begini…. Tapi ijinkan sejenak aku mengumpulkan keberanianku! Sejenak saja, tidak lama &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt;  manis! Sebenarnya sejak lama, lama sekali aku sudah mengumpulkan  keberanianku untuk berbagi rahasiaku tentangmu, denganmu. Harap maklum,  sepertinya aku butuh keberanian ekstra sekali lagi. Lima detik ya!...&lt;br /&gt;Ehem, begini…. Waduh, tadi aku mau bilang apa ya? &lt;i&gt;Kok&lt;/i&gt; aku &lt;i&gt;lali&lt;/i&gt;? &lt;i&gt;Wah, goro-goro aku ruwet ae&lt;/i&gt;  denga pertanyaan mau berbagi rahasia dengan siapa. Oh iya, rahasiaku  tentangmu! Rahasiaku tentangmu adalah; aku tidak bisa membahasakan  rahasiaku tentangmu, bahkan aku lupa apa rahasiaku tentangmu. Bukannya  aku tidak punya rahasia tentangmu! Lain kali saja ya. &lt;i&gt;Beugh&lt;/i&gt;, beri waktu aku seminggu untuk menata ulang keberanianku. Cukup waktu seminggu. Atau begini saja &lt;i&gt;wes&lt;/i&gt;, tunggu cerpen selanjutnya ya! :) []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jember, 23 November 2010 Pkl. 02.15&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;NB: penonton kecewa! dan anehnya saya pun ikut-ikutan kecewa…&lt;/i&gt;juangan aaasyem!&lt;/b&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-8117082653173863422?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/8117082653173863422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=8117082653173863422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/8117082653173863422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/8117082653173863422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/akan-aku-bagi-dengan-siapa-rahasiaku.html' title='Akan Aku Bagi dengan Siapa Rahasiaku?'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-1363738889752000206</id><published>2011-11-13T22:50:00.003-08:00</published><updated>2012-02-09T12:22:42.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepi dan saya'/><title type='text'>Kotak Harapan</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Tidak ada yang  membangunkan, tapi tiba-tiba saja saya bangun sendiri. Luar biasa tidak  seperti hari biasa, malas-malasan dengan hari yang biasa. Yang tidak  biasa hari ini adalah mengambil kotak-kotak berisi harapan tentang  sesuatu yang "mengimingi" kepastian. Dan sudah bisa ditebak, bocah  ingusan pun bisa menebaknya. Bahwa sesuatu yang mengimingi kepastian  adalah sebuah ketidakpastian. Begitu kotak itu aku jemput dengan suka  cita. Mentari si pembuka tirai hari kini menjadi temanku mewarnai  hariku. Ia tidak lagi menjadi musuhku yang panasnya bikin malas. Aku  menyambut hangatnya, burung-burung kecil dan bunga-bunga basah oleh  embun pun demikian. Hari ini kami bersuka cita, mengambil kotak harapan  yang berisi ketidakpastian itu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kotak berhasil aku jemput,  tidak aku ketahui pasti bentuk dan jenisnya. Apa yang ada di dalam  kotak itu juga tidak pasti, membikin penasaran saja! Kotak aku bawa,  tidak boleh ada yang tahu, soalnya nanti bisa gawat. Sangat gawat  sekali. Entah pikiran "gawat sekali" itu dari mana datangnya. Tapi akan  menjadi sangat gawat sekali kalau ada orang yang tahu. Sembunyi-sembunyi  aku bawa kotak itu kedalam kamar, pintu aku kunci, takut nanti ada  orang yang tahu. Pelan-pelan kubuka kotak itu. Baru sedikit aku buka  sambil &lt;i&gt;merem&lt;/i&gt;, kotak itu langsung ku tutup lagi. Jantungku berdegup kencang walaupun aku tidak tahu apa isi kotak itu. Semakin penasaran aku!&lt;br /&gt;Kotak  itu lalu aku lempar ke lantai, anehnya kotak itu tidak terbuka dan  isinya tidak berserakan. Kotak itu aku tendang dan terlembar ke samping  lemari. Ha? Aneh, kotak itu bisa berjalan! Ya, kotak itu berjalan,  serius. Berjalan kotak itu masuk kedalam lemari pakaianku. Aku  memberanikan diri dengan sikap tenang menuju lemari pakaian untuk  menemukan kotak itu. Aku merayap bak Rambo yang sedang berperang  menyusup ke depan lemari untuk menyergap kotak itu. Saat kepalaku tepat  di depan lemari pakaian, tiba-tiba saja pintu lemari pakaian terbuka,  dan kotak itu melompat keluar. Benturan pintu lemari membuat kepalaku  sakit. Kotak itu berlari melompat ke atas kasur, lalu melompat lagi ke  atas meja belajarku. Aku meraih selimut, pelan-pelan tapi pasti selimut  itu lalu ku jadikan perangkap untuk menangkap kotak itu. Bak jala  nelayan selimut aku lemparkan ke kotak, dan berhasil kotak itu  terbungkus selimut. Waktu aku merangkul selimut itu, isinya kosong,  kotak itu menghilang.&lt;br /&gt;Aku mencari lagi kotak itu ternyata  ada di atas kasur. Lagi selimut aku lempar ke kotak itu dan terbungkus,  kotak itu kebingungan mencari jalan keluar dari selimut itu. Kesempatan  itu tidak aku sia-siakan, sapu ijuk di belakang lemari aku ambil.  Bertubi-tubi dan membabi buta kupukul kotak di dalam selimut itu, sampai  tidak ada gerakan atau tanda-tanda kotak itu bergerak. Dengan sapu  ijuk, selimut aku singkirkan dan kotak masih berada di situ. Kotak aku  sentuh perlahan dengan sapu ijuk, memastikan kotak itu pingsan atau  tidak ada gerakan brangkali. Kotak itu &lt;i&gt;semaput&lt;/i&gt; dan tidak lagi  bergerak. Kotak aku raih, kupeluk erat agar tidak lari lagi. Kemudian  aku duduk agak nyaman bersandar di dinding, kotak tepat berada di  depanku. Perlahan kotak aku buka...dan....&lt;br /&gt;Pertama yang  keluar dari kotak itu sinar yang sangat menyilaukan mata, seperti sinar  fantasy. Kemudian muncul angka-angka dan huruf-huruf yang tidak  beraturan dan banyak angka lainnya. Keluarnya angka-angka dan  huruf-huruf itu dibarengi dengan lantunan lagu "Koboy Kampus" dan  "Anggur Merah". Mataku silau sampai-sampai tidak kuat menahan cahayanya.  Dan yang paling terakhir muncul dari kotak itu adalah rentetan kata  yang teratur; "MAAF ANDA BELUM BERUNTUNG, SILAHKAN COBA SEKALI LAGI!".  Aku tidak kuat melihat semua isi kotak itu. Dan tiba-tiba aku &lt;i&gt;semaput&lt;/i&gt;.  Ya, hanya itu yang masih aku ingat kejadian dengan kotak itu.  Selebihnya aku lupa. Kotak itu datangnya dari mana, milik siapa, siapa  yang mengirimnya, mengapa aku mengambilnya,aku tidak tahu. Sampai detik  ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Jember, 13 November 2010 Pkl. 15.00&lt;/div&gt;NB: &lt;i&gt;Ayo beli Es Krim yuk! Ngelu ndasku...ngopa-ngopi juga boleh...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-1363738889752000206?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/1363738889752000206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=1363738889752000206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/1363738889752000206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/1363738889752000206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/kotak-harapan.html' title='Kotak Harapan'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-8437903432816946319</id><published>2011-11-13T22:50:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:24:50.481-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa dan saya'/><title type='text'>Lagi, Situasi Ini Lalu Menjadi Apa?</title><content type='html'>Terlalu melampaui saat aku mencoba menalar situasi yang mencengkeram  engkau dan aku. Situasi di mana teka-teki makna yang coba aku temukan.  Terlalu memapaui hal-hal yag biasa, hal yang mudah untuk dijalani juga  mudah dimengerti. Mestinya aku tidak terlalu kelewat seperti itu.  Mestinya aku cukup menemanimu tertawa lepas, menemanimu sibuk bercerita,  dan menemanimu memandangi kelap-kelip bintang. Aduh, aduh, lagi-lagi  aku mengarakan kepada makna! Kenapa harus makna yang mendekat dalam  lingkaran situasi. Di mana aku dan kau ditakdirkan untuk saling  mengenal.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau manis, makna seperti penjara, makna  seperti ketakutan, makna seperti teror bagiku. Dan anehnya makna  kemudian mejadi polisi penjaga aturan lalu menjadi sekat di antara kita.  Saat aku mencoba menalar untuk menemukan makna (bisa juga arti), aku  akan linglung. Kemudian saat aku menemukan makna, yang hadir kemungkinan  dan ketidakmungkinan yang tidak pasti. Ia pun menjadi harapan seperti  mimpi-mimpi yang tidak nyata dalam nina bobokku. Semua itu palsu!&lt;br /&gt;Hei,  semua benda yang ada di sini memaknakan dirimu. Ah, ada-ada saja!  Bagaimana mungkin ada wajahmu di atas atap-atap tiap bangunan. Mengapa  jejak langkah yang tidak pernah ada seperti menemaniku berjalan, dan itu  langkahmu. Ada bayangmu di tembok-tembok bangunan tua tempat aku  menyendiri. Wajahmu terbentuk jika aku menarik garis yang menghubungkan  titik-titik bintang dilangit. Dalam kuncup-kuncup flamboyan ada wajahmu.  Semilir angin yang meniup sepoi seakan engkau yang berbisik; aku  menginginkanmu.&lt;br /&gt;Negosiasi dengan makna lahir dari nalar  yang aku lakukan. Ya, negosiasi bukan argumen pasti. Antara ya dan tidak  adalah negosiasi. Antara ada dan tidaknya makna menjadi tawar menawar.  Ah, sudahlah, maka makna kini menjebakku. Aku terlalu takut jika makna  itu benar, pun takut jika makna yang coba aku temukan itu salah. Benar  salah aku begitu takut. Barangkali yang aku takutkan adalah aku tidak  “berani” menghadapi makna jika benar-benar pasti. Dari apa aku  mengumpulkan keberanian? Dari mana datangnya keberanian? Dari diriku  sendiri? Dari kesempatan dan keberuntungan? Sial!&lt;br /&gt;Situasi  pun akan menciptakan kebosanan. Jika aku begini terus aku tahu pasti  waktu akan bosan. Kesempatan akan menjadi sempit lalu hilang pudar.  Jangan, jangan terjadi! Tunggu dulu, bukankah makna itu membuat kita  semakin mengerti? Semakin paham dengan sesuatu yang sedang kita jalani?  Jangan begitulah, makna itu suci bos! Ia sebentuk jajaran tebing  menggambarkan gunung-gunung yang menjulang tinggi. Ia sebentuk  intrepretasi atas apa yang kita jalani. Menjadi semacam kamus yang  mejelaskan kesia-siaan ataukah bukan. Ia semacam penerjemah takdir untuk  apa kita dipertemukan. Ya, untuk apa aku dan kau. Bukan aku dengan yang  lain atau kau dengan yang lain. Ada apa antara kau dan aku. Apa maksud  semua ini? []﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Ecpose, 27 Oktober 2010 (16.23 WIB)&lt;/div&gt;NB: setelah ngeyel dengan dosen, hati jadi adem, karena bikin cerpen buat lucu-lucuan...kha kha kha...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-8437903432816946319?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/8437903432816946319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=8437903432816946319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/8437903432816946319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/8437903432816946319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/lagi-situasi-ini-lalu-menjadi-apa.html' title='Lagi, Situasi Ini Lalu Menjadi Apa?'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-7464315318952737391</id><published>2011-11-13T22:49:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:25:16.810-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa dan saya'/><title type='text'>Arti Kau dan Aku (Chapter 1)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Aku bilang; lapar! Lalu  kau jawab; ayo ke cafe! Kita tergerak dengan tujuan yang sama, makan!  Suatu peristiwa yang jujur dari kata perut yang meronta ingin diisi. Itu  satu kejadian yang betul-betul terjadi begitu saja, mengalir tanpa  rencana. Tidak perlu berterima kasih dengan perut yang menjadi sebab  dari peristiwa ini. Di mana kau dan aku duduk satu meja, berhadapan, ada  lilin besar berwarna merah di tengahnya. &lt;i&gt;Light effect&lt;/i&gt; dari lilin membuat sekitarnya berwarna &lt;i&gt;sephia&lt;/i&gt;  termasuk wajahmu dan wajahku. Tapi aku tidak ingin berkata itu  romantis! Tidak, karena buatku itu terlalu cepat. Aku tidak tahu,  bagaimana denganmu? Apakah ketika kita mengatakan peristiwa ini sebuah  yang romatis, lalu buatmu itu menjadi terlalu cepat? Aku tidak ingin  menebak.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan waktu itu sebuah  takdir yang biasa kita terima. Entah, apa maksud takdir mempertemukan  kita? Barangkali buatku kau salah satu orang dari sekian ribu orang yang  tercatat dalam lembar hidupku. Ya, satu orang diantara ribuan orang.  Teman-temanku, saudaraku, orang tuaku, dosenku, guruku, dan banyak orang  lainnya. Bagaimana denganmu? Menurutmu aku akan berperan sebagai apa  dalam lembar hidupmu? Kau harus menjawabnya, aku ingin tahu. Aku sudah  memberi tahumu, tentang tanggapanku alasan takdir mempertemukan kita.  Sekarang giliranmu! Kau bilang, rahasia! Ah, kau hanya akan membikin aku  hidup penasaran. Tapi sudahlah kalau kau tidak ingin memberitahuku.  Semua orang wajar punya rahasia.&lt;br /&gt;Takdir mempertemukan  orang satu dengan orang yang lainnya dengan cara yang unik. Setelah itu  arti dari pertemuan itu akan kembali kepada orang masing-masing. Entah  dia ingin menjadikan apa orang yang pernah di temuinya. Masih kau ingat?  Waktu itu sahabatku yang juga sahabatmu sakit. Sahabat kita itu bisa  memanggimu sahabat karena sejak SMP dulu kalian selalu bersama. Dan  sahabat kita itu bisa memanggilku sahabat karena aku akrabnya dengannya  sejak semester awal kuliah.&lt;br /&gt;Waktu itu dia sakit hingga  terkapar tidak berdaya di kamar kontrakannya. Kau sudah terlebih dahulu  ada di sana. Aku baru tahu ketika ibunya bilang dia sakit, meminta  tolong kepadaku untuk mejaganya. Aku datang menjenguknya membawakan  berbagai makanan. Tapi dia menolak, ingin tahu petis katanya! Ingin  kuhajar dia, tapi wajah melasnya itu bikin aku luluh dan menuruti  kemauannya. Ya, namanya orang sakit pasti mintanya macam-macam. Kalau  tidak dituruti sakitnya tambah parah, lalu kita berdua yang akan  direpotkan. Lalu kau menawarkan diri sebagai sukarelawan untuk  membelikannya tahu petis. Aku baru sadar hadirmu di kamar itu. Kau  bilang aku tidak tahu tempatnya, maka ikutlah aku denganmu, membeli tahu  petis!&lt;br /&gt;Sebenarnya aku tidak sengaja menawarkan diri ikut  denganmu. Kata-kata “aku ikut” meluncur begitu saja dari mulutku. Itulah  yang membuat aku tidak banyak bicara waktu kita berboncengan membeli  tahu petis. Kau terlihat &lt;i&gt;kikuk&lt;/i&gt; saat itu dan sering salah  tingkah. Aku kira tingkahmu itu kau buat-buat. Aku belakangan baru tahu,  akulah cewek pertama yang kau bonceng sejak mantanmu meninggal dunia  dua tahun yang lalu. Rasa &lt;i&gt;kikukmu&lt;/i&gt; itu membuat aku marah kepadamu malam itu.&lt;br /&gt;Bagaimana  aku tidak jengkel, penjual tahu petisnya ada di selatan kok kamu ke  utara? Lebih parah pesanan tahu petis sudah dibungkuskan, tapi kau  tampak kebingungan. Kau meraba saku kiri-kanan juga depan-belakang,  tidak ada uang. Aku hanya bawa lima ribu perak waktu itu, tahu petis  yang kau pesan 15 ribu. Omelanku ke kamu tambah membara, mengalahkan  bara api yang digunakan penjual tahu petis untuk menggoreng tahunya.  Dengan memasang wajah imut nan manis aku mengembalikan sebagian tahu  petis ke penjualnya. Kataku tidak jadi pak! Uangnya tidak cukup.&lt;br /&gt;Namanya  juga penjual, marahlah si penjual tahu petis kepadaku. Aku bertambah  jengkel dan mukaku merah padam saat penjual tahu bilang; makanya mbak,  punya pacar jangan yang &lt;i&gt;kere&lt;/i&gt;. Aku kapoj malam itu, betul-betul  jengkel kepadamu. Sangat, sangat, sangat jegkel sekali! Kau banyak diam  dan sering mengangguk-ngangguk kalau kau aku omeli. Dalam perjalanan  membeli tahu petis, aku tidak banyak bicara, tetapi banyak ngomel.  Jengkelku pada dosenku yang tadi sore tidak bisa diajak kompromi karena  aku telat kumpul tugas juga satu faktornya. Sampailah kita ke orang yang  menjadi penyebab kejadian menyebalkan malam ini, sahabat kita.&lt;br /&gt;Tahu  kita nikmati bareng-bareng. Waktu itu aku dan kau banyak diam. Kau  memasang muka lugu, aku memasang muka jengkel sambil cuek. Teman kita  ini yang banyak bicara, tidak peduli bahkan sedikit peka dengan kejadian  yang sangat menjengkelkan malam itu. Ingin rasanya cepat-cepat aku  keluar dari rumah ini, tidak tahan melihatmu. Sedikit basa-basi aku lalu  pamit dengan kau dan teman kita, pulang! Setelah aku sampai di kosanku  aku baru sadar; malam ini adalah malam di mana omelan yang paling  dahsyat dalam sejarah hidupku. Dan aku mengomel kepada orang yang tidak  kuketahui namanya. […to be continued…]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Jember, 1 September 2010 (Pkl. 03.00)&lt;/div&gt;NB: kalau masih kuat baca langsung ke cp 2 aja…﻿&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-7464315318952737391?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/7464315318952737391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=7464315318952737391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/7464315318952737391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/7464315318952737391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/arti-kau-dan-aku-chapter-1.html' title='Arti Kau dan Aku (Chapter 1)'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-2208106516989896328</id><published>2011-11-13T22:48:00.002-08:00</published><updated>2012-02-09T12:23:17.860-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepi dan saya'/><title type='text'>Sajak untuk; Ario Sandy</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Kalimat pembuka yang pertama ingin aku katakan; maafkan aku Dek!&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang terlewatkan&lt;br /&gt;Yang kadang aku cuek tidak mau tahu&lt;br /&gt;Tentang kamu Adekku&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajarlah saat ini aku yang hanya bisa bisa aku lakukan&lt;br /&gt;Duduk bersandar di dinding&lt;br /&gt;Kepala menunduk, lalu kedua tanganku menjepit kakiku yang menekuk&lt;br /&gt;Baru aku sadari; Kakak macam apa aku ini!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jarang bersua&lt;br /&gt;Dan aku akui; karena ke egoan atas hasrat&lt;br /&gt;Ingin membuat keluarga kita tersenyum bangga kepadaku&lt;br /&gt;Kenapa aku tidak berpikir&lt;br /&gt;Keluarga kita juga akan tersenyum bangga kepadamu&lt;br /&gt;SD sampai SMP, kau adalah teman bermainku&lt;br /&gt;Tapi sejak SMA aku sibuk dengan diriku sendiri&lt;br /&gt;Sibuk dengan organisasiku&lt;br /&gt;Sibuk dengan karya tulis ilmiahku&lt;br /&gt;Sibuk dengan prestasi-prestasiku&lt;br /&gt;Sibuk dengan rengking-rengking kelasku&lt;br /&gt;Tanpa mau sibuk bersua denganmu&lt;br /&gt;Sampai aku jadi mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku sudah mahasiswa&lt;br /&gt;Oh bukan, akan lulus kuliah Dek!&lt;br /&gt;Insya Allah Dek, doakan abangmu ini ya&lt;br /&gt;Dan maaf, karena Kakakmu ini telat lulusnya&lt;br /&gt;Kau belum bisa masuk Universitas yang sangat kau inginkan itu&lt;br /&gt;Kau belum bisa merasakan bagaimana jika jadi “Maha”siswa&lt;br /&gt;Nanti, nanti ya! Beri sedikit waktu dan kesempatan buat Kakakmu ini&lt;br /&gt;Sedikit saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, lagi-lagi Kakakmu ini begitu egois ya?&lt;br /&gt;Setelah lulus nanti&lt;br /&gt;Aku janji akan sibuk mengajak kamu bercerita&lt;br /&gt;Bercerita tentang suka dukanya menjadi “Maha”siswa&lt;br /&gt;Berbagi pengalaman bagaimana menjadi hebat&lt;br /&gt;Berdiskusi bagaiman keluarga kita bisa bangga denganmu&lt;br /&gt;Dan tentunya bagaimana menjadi seorang yang datang dan pergi&lt;br /&gt;“Dengan Cinta dan Sedikit Keras Kepala”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau kini sudah 17 saat tahun&lt;br /&gt;Tidak tahu aku, sekarang tinggimu berapa centimeter?&lt;br /&gt;Soalnya Kakakmu ini belum berani pulang ke rumah&lt;br /&gt;Kakakmu ini inginnya pulang ke rumah bukan sebagai pecundang&lt;br /&gt;Kakakmu ini inginnya pulang disambut dengan senyum bahagia&lt;br /&gt;Bukan senyum Kekecewaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT ULANG TAHUN ya Dek!&lt;br /&gt;Aku baru ingat, Kamu dilahirkan 28 Oktober 1993&lt;br /&gt;Saat aku masih berumur 5 tahun&lt;br /&gt;Maaf telat sehari mengucapkannya&lt;br /&gt;Ah, lagi-lagi Kakakmu ini begitu egois!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kira kau sudah cukup dewasa&lt;br /&gt;Untuk memahami kondisi Kakakmu ini&lt;br /&gt;Ah, lagi-lagi Kakakmu ini begitu egois!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Jember, 29 Oktober 2010 (Pkl. 02.00)﻿&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-2208106516989896328?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/2208106516989896328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=2208106516989896328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/2208106516989896328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/2208106516989896328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/sajak-untuk-ario-sandy.html' title='Sajak untuk; Ario Sandy'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-1548483053677048400</id><published>2011-11-13T22:48:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:25:44.531-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa dan saya'/><title type='text'>Arti Kau dan Aku (Chapter 2)</title><content type='html'>Kau memesan nasi goreng dan jus melon. Sementara aku memesan bakso  dua mangkok dan soda gembira. Kita melahap makanan masing-masing. Kadang  kau tersenyum melihat aku makan sedikit agak &lt;i&gt;kalap&lt;/i&gt;. Sesekali  aku mengambil nasi gorengmu dengan sendokku lalu kulahap. Setelah itu  dua mangkok baksoku aku amankan darimu. Tidak terima kau bilang ada  Nikolas Saputra lewat! Aku menengok, lalu aku bilang; mana? Seketika dua  butir baksoku lenyap ditelan engkau. Kita saling mengejek dan perang  sendok seperti anak kecil. Tidak peduli dengan orang sekitar yang  mengatai kita abnormal. Setelah makan habis, kau bilang ingin mencoba  minumanku, siapa tahu ada racunnya. Aku tidak memberikan soda gembiraku,  tapi menjauhkannya darimu, soalnya itu trik basi untuk meminum yang  bukan miliknya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kau bilang aku pelit lalu kau berceloteh  dan berteori tentang bahaya soda bagi tulang punggung. Lebih baik jus  melon dari pada soda gembira, lebih bergizi katamu. Kau berkata tidak  akan pernah minum soda gembira lagi, tidak ingin mengambil resiko. Aku  cuek memasang wajah tidak percaya terutama dengan kata-katamu “tidak  ingin minum soda lagi”. Lalu aku tawarkan sodaku kepadamu, ternyata kamu  sikat juga, dasar serakah! Selebihnya kita banyak bercerita apapun  tentang pribadi masing-masing. Tentang pengalaman hidup masing-masing.  Dan yang membuat kita agak serius, masalah cinta! Aku yang mulai dulu  karena kau memintanya. Berkisahlah aku dengan mantan-mantanku, lalu aku  simpulkan dengan seenaknya; semua cowok buaya!&lt;br /&gt;Kini  giliranmu. Kau memakai reverensi Eric From untuk berkisah tetang  pengalaman cintamu. Tapi kau curang tidak bercerita tentang cintamu  kepada mantanmu. Kau hanya menjelaskan definisi cinta menurut From;  cinta persahabatan, cinta keibuan, cinta erotis, sampai cinta kepada  Tuhan. Aku protes! Akhirnya dengan dramatis kau bercerita tentang  kisahmu dengan mantanmu. Malam ini aku sadar, inilah kau yang  sebenarnya. Inilah kau yang asli! Aku sampai tidak sadar menitikkan air  mata, bukan karena kisahmu. Tapi terharu melihat kau yang begitu kuat  menghadapi takdir!&lt;br /&gt;Kita tidak sadar sudah begitu lama  ngobrol di sini. Sampai-sampai seingatku meja di sebelah kita sudah  ditempati bergantian tiga kali. Aku tahu kau begitu berat menceritakan  semua kisahmu. Lalu berhentilah kita bercerita, setuju untuk pulang. Di  meja kasir kita rebutan untuk membayar makanan. Aku bilang biarka aku  yang membayar karena aku yang mengajak. Kau tidak mau kalah, kau bilang  biar kau yang bayar dengan alasan lagi punya banyak uang. Kata-katamu  itu sepertinya menyindir kejadian tahu petis waktu pertama kali kita  bertemu. Aku tertawa cekikikan mendengar kata-katamu. Kasir jengkel dan  mengambil uang di tanganmu dan tanganku masing-masing 50 rb. Lalu  memberikan kembaliannya sesuai dengan sisa dari harga yang kita bawa  dengan cuek dan terlihat jengkel dengan ulah kita. Kau dan aku tertawa  lepas lalu pergi pulang.&lt;br /&gt;Malam ini aku senang bisa makan  dengan engkau. Ini memang malam yang paling berkesan menyenangkan  bagiku. Tetapi aku tidak ingin mencari makna atas semua peristiwa malam  ini. Untuk mengatakan malam ini romantis, terlalu cepat rasanya. Bukan  terlalu cepat, tapi tidak mungkin. Tapi kenapa aku sangat terpenjara  untuk memaknai dan mencari arti peristiwa malam ini? Rasanya aku ingin  tahu isi hatimu kepadaku, dengan jujur. Tapi entah benar atau salah, aku  melihat dalam matamu malam ini, kau masih menjaga cintamu dengan dia  (mantanmu). Seolah-olah kau bilang, kau dengan dia boleh dipisahkan,  tapi cinta kalian tidak. Mencintai tidak selamanya bersatu, itu yang aku  lihat dari matamu! […the end…]&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Jember, 1 September 2010 (Pkl. 03.00)&lt;/div&gt;NB: Ini cerpen pesanan orang…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-1548483053677048400?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/1548483053677048400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=1548483053677048400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/1548483053677048400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/1548483053677048400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/arti-kau-dan-aku-chapter-2.html' title='Arti Kau dan Aku (Chapter 2)'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-2397944225163234071</id><published>2011-11-13T22:47:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T12:26:11.555-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa dan saya'/><title type='text'>Salam Perpisahan Untuk Sore Ini.</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Saat ini tentunya dari  hati ke hati kita sama-sama setuju. Ya, Kau dan Aku! Tanpa harus saling  memberitahu atau bahkan mengumbar informasi. Kejujuran yang tidak sama  sekali kita sembunyikan; pertemuan hari itu di suatu tempat di mana kita  sering bertemu dan sibuk bercerita adalah “tanpa rencana dan tanpa  alasan yang jelas”.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama Kau mendiamkan  Aku, dan sebaliknya Aku mendiamkan Kau. Atau mungkin Kau sibuk dengan  rutinitasmu dan Aku sibuk dengan rutinitasku. Sudah seminggu lamanya.  Ha! Seminggu? &lt;i&gt;Kok&lt;/i&gt; Aku bisa mengatakan itu waktu yanga lama?  Aih..aih..ada-ada saja Aku ini. Tak tahu Aku, apakah buatmu itu waktu  yang lama? Aku tak berminat menebak-nebak. Barangkali itu rahasiamu, dan  setiap orang wajar punya rahasia.&lt;br /&gt;Sebuah taman di  tengahnya ada air macur dihiasi indahnya bunga teratai dan damainya ikan  emas yang riang berenang. Kursi di pinggir taman tepatnya, tercium  aroma rerumputan dan rindangnya pohon asam yang memantulkan halusnya  cahaya fajar yang oranye dari belakang-nya. Itulah kejujuran yang  sejujur-jujurnya! Tanpa disengaja memang pertemuan hari itu. Mari kita  buktikan kejujuran yang tidak disembunyikan itu!&lt;br /&gt;Aku dari  tadi telah sibuk duduk di kursi ini membaca kumpulan cerpen Phutut EA;   Dua Tangisan Pada Satu Malam. Di sebelahku ada tas hitam kecil (bukan  ransel) yang sering Aku bawa, menindih buku (&lt;i&gt;foto copy&lt;/i&gt;-an)  warna merah. Begitu sibuknya Aku ambruk dalam rentetan kisan “Dua  Tangisan Pada Satu Malam” sampai-sampai Aku tidak sadar kehadiranmu. Kau  tiba-tiba saja duduk di sebelahku sambil bersms, juga tidak sadar Aku  ada di situ.&lt;br /&gt;Menit berselang Kau dan Aku baru sadar kita  ada di sini saat Kau melirik ke arahku dan Aku melirik ke arahmu. Aku  kaget, “mungkin” Kau juga. Dan kita saling menyapa dengan sapaan yang  sama; “&lt;i&gt;Lho? Kok &lt;/i&gt;kamu ada di sini?” dan kita pun tertawa lepas.  Kemudian Aku dan Kau saling menanyakan kabar. Aneh memang, hanya  seminggu tidak bertemu, kita saling menanyakan kabar &lt;i&gt;segala&lt;/i&gt;. Akhirnya kita sibuk bercerita!&lt;br /&gt;Berkesan  sore itu di bangku pinggir taman. Kita telah lelah bercerita dan Kau  mengatakan ingin pulang. Itu kejujuran yang tidak Kau sembunyikan dan  Aku begitu paham! Tapi sebelum pulang salam perpisahan untuk pertemuan  sore itu—kejujuran yang tidak sama sekali kita sembunyikan—membikin kita  berdua bingung. Aku bingung dan Kau pun bingung dengan kata-kata salam  perpisahan untuk sore itu.&lt;br /&gt;“Jangan suka bohong ya!” katamu kepadaku.&lt;br /&gt;“Kamu juga ya!” jawabku.&lt;br /&gt;Kamu  beranjak pergi dengan langkah yang agak cepat, tapi tidak terburu-buru  untuk satu hal. Tatapanmu ke bawah sabil tersenyum entah untuk apa.  Kalau Aku menebak-nebak penyebabnya adalah kata-kata salam perpisahan  yang Kau ucapkan untuk sore ini. Sementara Aku, kosong dalam lamunan tak  bertepiku. Kalau Aku mau jujur, penyebabnya adalah kata-kata jawaban  salam perpisahan atas salam yang Kau ucapkan untuk sore ini. Bingung!  […the end…]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Jember, 14 September 2010 (03.14 WIB)&lt;/div&gt;NB: &lt;i&gt;Priiiiiiit! Off Side!!!&lt;/i&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-2397944225163234071?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/2397944225163234071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=2397944225163234071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/2397944225163234071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/2397944225163234071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/salam-perpisahan-untuk-sore-ini.html' title='Salam Perpisahan Untuk Sore Ini.'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-6195013641588776430</id><published>2011-11-13T22:44:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T12:26:38.731-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa dan saya'/><title type='text'>Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Lama Kelamaan Aku...&lt;br /&gt;Berkisah tentang; "Cinta yang Malu-malu"&lt;br /&gt;Gadis  menelponku. Aku kaget, ada apa gerangan? Gadis bilang sesuatu yang  sangat penting. Sekalian kita jalan-jalan alasannya. Kesatu tempat yang  tidak penting untuk sekadar sibuk bercerita lalu tertawa lepas! Pantai  tempatnya. Gadis dan Aku tiba-tiba sudah berada di Pantai. Duduk di atas  rumput di bawah rindangnya pohon kelapa sambil minum es degan. Menunjuk  burung beterbangan di pinggir laut, memunguti kerang-kerang,  berkejar-kejaran dengan ombak, dan bermain pasir. Jika Gadis dan Aku  kelelahan, kami berdua kempali duduk di atas rumput di bawah nyiur,  diterpa sang bayu yang sepoi-sepoi. Gadis dan Aku saling berpandangan,  tapi agak menjaga jarak. Spontan kami tertawa lepas, entah karena apa.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Ayo kita bermain tebak-tebakan!" ajak Gadis agak serius.&lt;br /&gt;"Hmmm, ayo...!" jawabku antusias.&lt;br /&gt;"Kamu duluan deh yang buat pertanyaan!" kata Gadis.&lt;br /&gt;"Kamu yang ngajak, ya kamu dulu lah!" kataku.&lt;br /&gt;Gadis  memutar otak untuk mencari pertanyaan yang akan diberikan kepadaku.  Tapi dari wajah dan gelagatnya terlihat kalau pertanyaan itu sudah  disiapkan sebelumnya. Dan aku sudah siap pula dengan pertanyaanku.&lt;br /&gt;"Nggak ah, kamu dulu" kata Gadis malu-malu.&lt;br /&gt;"Iya  deh kalo begitu" kataku dengan penuh percaya diri, tapi sebenarnya aku  ingin si Gadis duluan yang bertanya. Karena pertanyaaku &lt;i&gt;gilani&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;"Eh, tunggu...tunggu... Aku&lt;i&gt; aja&lt;/i&gt; kalo gitu!" kata Gadis dengan gelagat humorisnya.&lt;br /&gt;"He em..." aku memgangguk pelan.&lt;br /&gt;Dia terdian agak lama dagunya ditopang kedua tangannya. Dan tebak-tebakan pun di tujukan kepadaku.&lt;br /&gt;"Seandainya...Kita Pacaran, pasir akan berkata apa?" dia bertanya sambil senyum-senyum agak manja.&lt;br /&gt;"Lho...?!"  aku kaget dengan pertanyaanya. Jantungku berdegup kencang, sumpah aku  gugup dengan pertanyaan itu! Alasannya pertama, apa tidak salah dengar  pertanyaan itu? Kedua, kok pertanyaan yang belum aku berikan ke Gadis  sama dengan pertanyaan Gadis? Ketiga, masalahnya &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt; Gadis yang bertanya duluan!&lt;br /&gt;"Kok lho...?" Gadis heran dengan gelagatku. Dia masih senyum-senyum agak manja sambil mengernyitkan alisnya.&lt;br /&gt;"Lho...pertanyaan kita &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt; bisa sama?" kataku protes.&lt;br /&gt;"What?  Iya ta? Kok bisa? Memangnya pertanyaanmu apa sih kok bisa sama?"  katanya sambil memasang wajah cemberut. Dia terlihat manis, wajah  termanis sejak aku mengenalnya.&lt;br /&gt;"Seumpama...Kita pacaran, ombak akan bilang apa?" kataku membuka rahasia pertanyaanku ke Gadis.&lt;br /&gt;Sontak  saja Gadis dan Aku tertawa terbahak-bahak. Dia mendorongku, mecubit  lembut lenganku sampai-sampai aku jatuh di pasir karena ulahnya. Aku  memberikan tanda untuk menghentikan tingkahnya. Gadis dan Aku duduk  manis, seperti orang salah tingkah.&lt;br /&gt;"Terus jawaban pertanyaanmu apa?" kataku kepada Gadis yang tawanya masih tersisa di wajahnya.&lt;br /&gt;"Jawabannya pasir; &lt;i&gt;"Sumpeh loe!!??"&lt;/i&gt;..."  kata Gadis tertawa lepas. Aku hanya menggaruk-garuk pelan kepalaku,  pura-pura ikut tertawa. Tapi di balik tawaku yang tidak ikhlas itu Aku  kecewa dengan jawabannya. Entah bagaimana rasionalisasi atas  kekecewaanku.&lt;br /&gt;Aku tidak ingin terlihat bodoh di depan  Gadis. Reputasiku tidak boleh rusak, karena memasang wajah kecewa.  Peranyaan itu aku kira serius, tapi tidak! Oke Gadis, mari kita bermain  rasa!&lt;br /&gt;"Lha terus jawaban ombak apa?" kata Gadis agak  sedikit penasaran. Serius, Gadis ingin tahu jawabanku! Kesempatan untuk  membalasnya.&lt;br /&gt;"Jawaban ombak;  "Byar...byur...byar...byur..." artinya, mustahilll...!" jawabku, kali  ini Aku yang tertaw` terbahak-bahak, sampai terbatuk-batuk. Hei lihat,  Gadis tidak tertawa, tapi cemberut, cantik sekali! Apa karena dia juga  kecewa dengan jawabanku?&lt;br /&gt;“Ya iyalah mustahil, masak sih  aku pacaran dengan kamu?!” kata Gadis sambil membuang buka, dan lihat!  Raut mukanya bertambah cemberut, wajahnya merah padam.&lt;br /&gt;“Ya siapa tahu!?” Aku membalasnya sedikit nakal.&lt;br /&gt;“Idih…geer kamu!” Gadis tak mau kalah.&lt;br /&gt;“Yeee…kamu paling yang geer! Kan seandainya!” kataku agak tak mau kalah.&lt;br /&gt;Lalu  cepat-cepat Gadis dan Aku pura-pura mencari kesibukan. Aku meraih es  degan yang belum habis, memakan degannya dan mengigiti pelan sendoknya.  Sementara Gadis pura-pura bersms, tapi hanya menekan tombol “pesan” lalu  tombol “kembali”, begtu berulang-ulang. Gadis dan Aku tidak sadar kalau  ternyata Gadis bermain-main dengan hanphoneku dan Aku tidak sadar  meminum es degan milik Gadis! Dan kami berdua pun salah tingkah!﻿...[the  end]...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Jember, 7 Oktober 2010&lt;/div&gt;NB: mimpi!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-6195013641588776430?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/6195013641588776430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=6195013641588776430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6195013641588776430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6195013641588776430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/selanjutnya.html' title='Selanjutnya'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-3265312988246644669</id><published>2011-11-13T22:43:00.000-08:00</published><updated>2011-11-13T23:19:44.487-08:00</updated><title type='text'>Lama Kelamaan Aku...</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Lama, lama sekali aku  pandangi monitor komputer ini. Kaki aku angkat, lalu meja menopangnya.  Sesekali aku mengepulkan asap kretek, kalau dihitung sudang batang yang  ke lima. Kopi menjadi tidak lagi panas perlahan mulai dingin. Keberanian  dan kenekatan menulis satu kata pertama, sudah dari tadi aku kumpulkan,  tapi tak satu pun kata yang muncul di layar monitor. Terus aku berpikir  untuk kata pertama yang harus aku tulis, plin-plan! Sampai tak ada satu  kata yang muncul di monitor. Komputer dan jariku sudah bosan dari tadi  menunggu, dan menunggu itu membosankan. Jam yang paling bosan dengan  sikapku, terus berputar, terus berjalan tak ada maklum untukku, lalu dia  cuek seraya menertawai aku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan ingin aku buka dengan  “pagi dan embun” tapi sudah tidak pagi dan berembun lagi. Bait pertama  ingin aku buka dengan “sore” tapi suasana belum terlalu sore. “Siang  yang cerah”, susunan kata pertama yang akan memulai tulisan ini, tapi  sedang hujan dan tidak sedang cerah. Hujan perlahan berhenti dan air di  daun-daun perlahan menguap. Kubuka tulisan dengan kata “kupu-kupu dan  kumbang” tapi tak ada kupu-kupu dan kumbang karena bunga-bunga sedang  layu dipermainkan hujan. Setiap kata yang “rela” memulai tulisan yang  hendak aku buat kuperlakukan dengan; Ctrl A + Del. Begitu seterusnya  berulang-ulang. Semua yang ada di ruangan ini mulai berang dengan  sikapku, plin-plan! Sehingga seisi ruangan ini mengalamatkan marahnya  padaku!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlahan mataku terpejam. Badan aku sandarkan di  kursi dengan nyaman. Keretek masih terjepit jari tengan dan telunjukku.  Pikiranku lalu mengembara ke mana-mana. Mengembara ke luar merubuhkan  tembok ruangan ini. Melampaui waktu di sini aku ingin menulis. Terus  pikiranku mengembaran ke mana-mana mendalami sendiri apa saja yang  sedang aku pikirkan. Kretek yang terjepit di jariku perlahan-lahan habis  di makan api. Aku kaget karena apinya menyegat jariku. Dan,  pengembaraanku tidak menghasilkan apapun! Kumatikan kretek, menghirup  udara panjang dan memperbaiki posisi dudukku; duduk manis menghadap  monitor, jari di &lt;em&gt;tuts keyboard&lt;/em&gt; dan konsentrasi  tanpa-malas-malasan. Coba aku tidak memikirkan kata-kata pertama yang  ingin aku tulis. Tapi aku memikirkan apa yang akan aku tulis. Aku yakin,  kata-kata akan keluar dengan sendirinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ingin menulis  tentang kematian aku tidak bisa. Karena aku memang belum pernah  merasakan kematian, dan aku belum pernah benar-benar mati. Ingin menulis  tentang perempuan, aku tidak bisa. Karena aku memang tidak pernah bisa  memahami makhluk yang satu ini. Ingin aku tulis tentang keberanian, aku  tidak bisa. Bagaimana mungkin! Menghadapi perempuan saja aku tidak  berani. Dan keberanian menghadapi perempuan masuk kategori keberanian  selain keberanian yang lainnya. Misalnya kepahlawanan atau harga diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ingin  aku tulis tentang “kisahku denga dia”. Tidak bisa! Tidak pantas dan  untuk apa menuliskannya. Sudahlah, lupakan saja kisahku dengan dia! Aku  ingin menulis tentang sejarah, tidak bisa. Berdamai dengan masa lalu  saja sulitnya minta ampun! Dan aku tidak punya ketabahan juga kekokohan  untuk berdamai dengan masa lalu. Terutama masa laluku dengan dia. Masa  lalu semacam itu juga bagian atau masuk kategori sejarah. Menyinggung  masa lalu hanya akan membikin aku rapuh serapuh-rapuhnya! Aku lemas,  kepalaku menunduk, ingin mengumpat rasanya. Tapi umpatan itu tidak  keluar dari mulut menjadi suara menggelegar nan melegahkan, lepas dengan  emosi. Hanya umpatan dalam hati saja, umpatan yang semakin  menggelembungkan emosi lalu basi jadi penyakit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oh iya,  sial! Tidak terpikirkan, bukankah kematian, perempuan, keberanian,  kisahku dengan dia, juga sejarah bisa aku ciptakan sendiri dengan  imajinasiku?! Yap, tulisan fiksi tepatnya. Semua aku ciptakan sendiri;  tokoh, setting tempat, plot, dan lainnya. Ya...ya...ya... tidak  terpikirkan!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Hey&lt;/em&gt;, ada yang mengetuk diriku!”  kata pintu menegurku yang masih memaki dalam diri. Anjing, tahi, kuda,  temanku yang sangat kubenci, serta berbagai jenis benda hidup dan mati  menjadi sasaran yang patut aku jadikan simbol umpatanku. Dan kulakukan  dengan hati!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Asyuuu...!&lt;/em&gt;” aku mengumpat pelan  mendengar ketukan di pintu ruangan ini. Buyar dan hilang konsentrasi  yang dari tadi aku kumpulkan untuk menelorkan tulisan. Serentetan  umpatan pun keluar bersuara dengan datar tapi bertubi-tubi membabi buta  dari mulutku. Tetap simbol umpatan yang aku gunakan; anjing, tahi, kuda,  temanku yang sangat kubenci, serta berbagai jenis benda hidup dan mati,  beruntun bergandengan seperti kereta api umpatan itu. Dengan tenang aku  berjalan ke arah pintu lalu membukanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Hai, lagi ngapain?&lt;/em&gt;”  sesosok perempuan yang “aku kenal” berdiri di depan pintu kamar yang  aku buka. Oh bukan, bukan yang aku kenal, tapi “sangat” aku kenal! Hmmm,  sangat “dekat” mungkin!? Ah, diam-diam aku “menyukainya” dalam arti  yang sebenar-benarnya. Selalu hadir dalam lamun dan nina boboku, aku  jatuh cinta padanya. Tapi kenapa aku harus tahu, kalau sebenarnya dia  tidak tahu aku jatuh cinta!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Hai!&lt;/em&gt;” aku memandanginya tanpa berkedip.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Kok&lt;/em&gt; kamu lihat aku seperti itu &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt;?!”  ujarnya mengeryitkan alis. Dia tersenyum. Cantik, sumpah! Lalu aku  pura-pura mengalihkan pandanganku ke dalam ruangan ini, seraya  mengajaknya masuk. Aku &lt;em&gt;kok&lt;/em&gt; pintar mengaburkan perasaanku ya!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini  aku bawakan kue! Punya banyak tidak bisa aku habiskan, diberikan sama  warga tempatku KKN. Karena aku lewat depan kosan kamu sekalian saja aku  mampirkan di sini.” kata dia, dan lagi-lagi dia tersenyum, cantik! Kali  ini pakai kata-kata “sekali”; cantik sekali!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terima kasih!” jawabku singkat, datar, tapi tulus dari hati menerima kantong plastik berisi kue itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oh &lt;em&gt;iya&lt;/em&gt;,  kalau begitu aku langsung saja ke kampus ya! Soalnya ada kuliah jam  setengah enam.” ujarnya, seraya matanya yang bulat tapi seksi itu  melihat jam di dinding ruangan ini. Tapi jam dinding ruangan ini masih  pukul lima pas!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ah, kau terburu-buru sekali manis! Aku masih ingin sibuk bercerita denganmu!” kataku dalam hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Ayok ya...!!!&lt;/em&gt;” katanya, lalu bergegas menuju pintu, keluar dari ruangan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Eh, makasi lho kuenya!&lt;/em&gt;” kataku kepadanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia  berjalan menuju gerbang ruangan ini, aku terus mengawasinya. Dia  berbalik, lalu melempar senyum kepadaku. Dalam diam, pura-pura memasang  sosok berwibawa, tenang, tapi sangat senang, riang dan gembira aku  sambut senyuman itu dengan membalas senyumnya. Lalu dia menyalakan “&lt;em&gt;Vario&lt;/em&gt;-nya”  keluar halaman menuju jalan, kampus! Sementara aku, masih saja terdiam  meratapi kebodohanku. Sangat bodoh karena pintar menyembunyikan  kejujuran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Yeah&lt;/em&gt;, aku dapat inspirasi! Akan aku  tulis tentangmu gadis! Ya, akan aku tulis; “Cantik Senyummu dalam Kue  Onde-onde”. Aku bergegas ke depan komputer memperbaiki posisi dudukku;  duduk manis menghadap monitor, jari di &lt;em&gt;tuts keyboard&lt;/em&gt; dan konsentrasi tanpa-malas-malasan. Susunan kata yang muncul membabi buta di monitor jika dilihat dengan mata telanjang;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;“...merindumu  mebikin napasku tidak beraturan. Ayu wajahmu, baik hatimu, dan polos  gelagatmu mengalahkan harum dan indah bunga-bunga. Kamu telah melakukan  “teror lamunan” tanpa ampun, hadir seperti hantu! Oh, tahukan kau  gadis?! Aku diam-diam mencintaimu, sungguh! Tapi, kenapa aku harus  protes kalau aku cemburu melihatmu sangat dekat dengan cowok lain?!  Kenapa aku harus protes, memangnya aku siapanya kamu?? Dan kau tidak  pernah tahu kalau aku cemburu, karena aku sembunyikan dengan rapi. Buat  apa protes, itu hak-mu, tapi aku  cemburu......()+(*^%$^&amp;amp;*&amp;amp;*((^&amp;amp;*%^%$$#^)(&amp;amp;)&amp;amp;)&amp;amp;)^(*%&amp;amp;%*&amp;amp;%$&amp;amp;%^*)&amp;amp;()$%@@%#%^%...”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka,  sampai di situ berhentilah aku menulis! Aku lemas, meratapi kondisiku.  Meratapi hal-hal tidak mungkin, tidak pasti, dan tidak nyata;  memilikinya! Aku diam sejenak, emosiku mulai terakumulasi menjadi satu,  dan siap meledak dan meluluhlantahkan apa saja yang ada di ruangan ini.  Monitor komputer aku hamtam dengan keyboard, lalu aku banting ke lantai  ruangan ini. Jam yang menertawaiku aku copot dan kulemparkan ke monitor  hancur itu. Kututup dengan sprei dan kursi serta bantal juga  kertas-kertas yang berserakan. Lalu aku bakar seisi ruangan ini beserta  diriku yang bodoh karena pintar menyembunyikan kejujuran. Dan itu  terjadi, dalam kehebatan imajinasi otakku! [...the end...]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Jember, 6 Oktober 2010&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NB: kuenya aku makan dalam imajinasi otakku...&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-3265312988246644669?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/3265312988246644669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=3265312988246644669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/3265312988246644669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/3265312988246644669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/lama-kelamaan-aku.html' title='Lama Kelamaan Aku...'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-4801103691899692399</id><published>2011-11-13T22:42:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T12:27:06.376-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa dan saya'/><title type='text'>Tanpa Alasan Apapun.</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Sering;&lt;br /&gt;Aku membetulkan letak selimut yang membungkus tubuhmu&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar kau tak kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengusap peluh di wajahmu yang seksi itu dengan tisu putih&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar kau tak terlihat gerah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberikan sedikit sentuhan pada rambutmu dengan tangan mungilku&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar rambutmu tak terlihat acak-acakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memasangkan kancing bagian atas kemejamu yang lupa kau pasang&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar kau terlihat rapi dan ganteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menegurmu jika kaosmu tidak diseterika&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar kau tak terlihat &lt;i&gt;kemprol&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membelikan minuman segar&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar kau tak kehilangan ion tubuh dan kau selalu semangat.&lt;br /&gt;Aku senang sekali jika kau memintaku melakukan hal-hal yang taktis untukmu&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar kerja-kerjamu cepat selesai dan aku kasihan melihatmu kebingungan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatap dalam matamu, dan kau pun demikian&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar kau selalu yakin, sekecil apa pun perjuangan, adalah kemenangan kecil yang harus kita raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merangkulmu lalu menyandarkan kepalaku di pundakmu&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar kau terhibur, hilang penat di kepala, tetap militan dalam berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu sabar mendengarkan cerita, keluh kesah tentang mereka yang tidak paham visi perjuangan.&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar kau bisa melupakan segala hal yang memang tidak perlu terlalu dipikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak absen menemanimu saat kau menyendiri menatap bintang-bintang di langit&lt;br /&gt;Tanpa alasan yang jelas&lt;br /&gt;Bukan karena agar kau senang melakukannya denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membuatkanmu sebait tulisan&lt;br /&gt;Tanpa alasan apapun&lt;br /&gt;Bukan karena agar kau mengenangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, semua itu tanpa alasan apa pun!&lt;br /&gt;Karena sampai saat ini aku belum paham apa itu rasa!?&lt;br /&gt;Tapi aku nyaman melakukannya&lt;br /&gt;Hanya untukmu saja&lt;br /&gt;Tapi kenapa buatmu itu biasa...&lt;br /&gt;Tanpa alasan apa pun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jember, 5 Mei 2010.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;NB: Untuk Nia!!! (sosok yang masih misterius - dibuat tanpa alasan yang jelas)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-4801103691899692399?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/4801103691899692399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=4801103691899692399' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/4801103691899692399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/4801103691899692399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/tanpa-alasan-apapun.html' title='Tanpa Alasan Apapun.'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-1189289634899478778</id><published>2011-11-13T22:41:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T12:23:50.271-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepi dan saya'/><title type='text'>H-2 (Chapter 1); Kamar No. 7</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Kota ini begitu sepi,  sunyi, agak mencekam bagai kuburan! Hanya dedaunan tua tapi basah  berjatuhan perlahan di tepi jalan. Lalu daun-daun itu tersapu hembus  angin ke berbagai penjuru jalan, melayang-layang, mendarat dengan  anggunya. Dingin cuaca setelah hujan, tanah terlihat masih basah, jalan  sepi sunyi. Hanya seekor kucing kurus berwajah senyap yang melintas di  sudut jalan kota ini. Walaupun menjelang Hari Raya Idul Firti.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kosanku  ikut-ikutan sepi setelah semua penghuni merayakan HARDIKNAS (Hari Mudik  Nasional) sejak kemarin, H-3. Hanya ada aku dan Pak Idin. Dia dibayar  bapak kos untuk menjaga kosan selama perayaan Lebaran. Tak tahu aku di  mana dia sore ini.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sementara hujan masih gerimis. Suasana sore yang tidak indah, semua redup meremang, mencekam, tidak ceria dan berwarna. Tapi di&lt;br /&gt;pojok  gerbang kosanku, agak sedikit berbeda. Lima kuntum mawar putih mekar,  masih basah dan menebar wangi yang tidak biasa. Angin berhembus  perlahan, mengabarkan kecurigaan yang tidak seorang pun bisa menebak.  Ya, sore yang sangat tidak biasa.&lt;br /&gt;Di kamarku, aku menikmati rokok kretek, seraya membaca novel karya Suparto Brata, "Sapu Tangan Bergambar Naga". Diselingi &lt;i&gt;winamp&lt;/i&gt;  dari komputerku beberapa tembang Jawa kuno yang diberikan seorang  teman. Di luar masih gerimis, langit mendung sesekali kilat kecil muncul  tanpa suara guntur. Angin berhembus membuat pohon beringin kecil di  halaman kosan menari-nari, bak penari Gandrung yang kesepian. Angin  tanpa permisi masuk ke dalam kamarku lewat celah jendela kaca yang  ditempeli bintik air. Masuk lewat celah pintu dan plafon di  langin-langit kamar. Membikin sekujur tubuhku merinding.&lt;br /&gt;Tembang  Jawa kuno masih melantun, dengan sabar dan tenangnya. Lalu berpindah ke  lagu yang berikutnya. Ha? Aneh, perasaan aku tidak menambahkan lagu ini  dalam urutan di winamp! Judulnya &lt;i&gt;“Suworo”&lt;/i&gt;, sepertinya lagu  Banyuwangi. Tapi aku cuek, kembali menikmati rokok dan novelku. Tapi,  tetap saja perasaanku tidak enak. Mataku sesekali melirik seperti  mengawasi monitor komputer dengan perasaan aneh, tidak lagi menikmati  novel dan rokok. Aku hanya terdiam, hanyut dalam alunan tembang itu.  Tembang yang betul-betul aneh, dan baru aku dengar dalam hidupku. Aku  terdiam masih memandangi layar monitor dari kasur empukku.&lt;br /&gt;Lagu ini belum selesai melantun. Tiba-tiba, &lt;i&gt;geebraakkk!!!&lt;/i&gt; Ada orang yang memukul pintu kamarku. Aku kaget bukan kepalang! Lalu terdengar suara orang berlari tertawa &lt;i&gt;cekikikan&lt;/i&gt;,  sepertinya suara lari anak kecil. Spontan saja rokok kumatikan, aku  bangkit dari baring tengkurap dan membuka pintu dengan menenteng novel.  Kosong, sepi, tidak ada siapa-siapa! Aneh!&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jeglek!&lt;/i&gt;  Listrik padam! Menambah ketakutan sore yang redup dan hujan ini. Tapi  cahaya masih terlihat dari celah jendela kamarkku. Aku bertambah kaget,  ada suara wanita menyanyikan tembang yang barusan ku dengar dari winamp.&lt;br /&gt;“mulo  ojo kari seru-seru…mikiri kembang hang nyoto-nyoto sing ono…mulo ajo  kari keroso-roso…tuwas kesekno batin lan ragan riko…isun wes urip nong  alam bedo” &lt;i&gt;[janganlah kamu memikirkan “bunga” yang nyata-nyata tidak  ada…janganlah kamu terlalu memikirkan…hanya akan menyiksa batin dan  ragamu…aku sudah hidup di alam yang beda]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Jantungku  berdegup kencang! Aku menelan ludah. Sumber suara berasal dari kamar  pojok, kamar nomor 7. Kamar itu kosong tidak berpenghuni dan tidak ada  calon anak kos yang berminat menempatinya. Kalaupun sempat menempati  kamar itu pasti hanya mampu bertahan semalam saja. Keesokan harinya,  mantan penghuni akan pucat atau menjadi trauma ketakutan lalu minggat  tanpa pamit. Kamar di sebelah kamar itu juga tidak berpenghuni, karena  tidak tahan kejadian aneh dari kamar sebelahnya, kamar nomor 7.  Langit-lagit kamar itu bocor dan ambrol, warna cetnya juga sudah pudar.  Merinding rasanya kalau aku mau menggambarkannya.&lt;br /&gt;Perlahan  aku langkahkan kakiku ke sumber suara dengan perasaan ragu tapi  penasaran. Semakin dekat aku dari kamar itu, aku semakin takut, tapi  menjadi semakin penasaran. Aku tepat berada di depan jendela kamar itu.  Kulihat pintu kamar itu terbuka sedikit. Tapi seingatku pintu kamar itu  selalu terkunci. Perlahan aku mengintip ke dalam kamar itu lewat jendela  yang warnanya sudah tidak bening lagi karena  debu. Samar-samar dan  tidak begitu jelas aku lihat ke dalam kamar, ada seorang perempuan duduk  di kursi lapuk dekat ranjang yang sudah penyot dimakan rayap. Ya, sosok  perempuan itu yang menembangkan lagu mirip tembang &lt;i&gt;serem&lt;/i&gt; yang ku dengar di komputerku barusan.&lt;br /&gt;“Aneh! Siapa perempuan itu?” kataku dalam hati.&lt;br /&gt;Perempuan  itu masih saja menyanyi dengan mengongkang-ongkang kakinya perlahan.  Tangannya menyilang dipangku kedua pahanya. Aku mendekati pintu, lalu  aku dorong perlahan sehingga terbuka agak lebar. Kali ini sosoknya  sangat jelas, memakai daster merah gelap, berambut panjang sepunggung  tapi agak kusut seperti tidak terurus. Wajahnya tidak terlihat karena  kepalanya menunduk dan wajahnya tertutup rambutnya yang kusut.&lt;br /&gt;“Mbak!? Halo mbak!? Mbak siapa ya?” sapaku kepada sosok perempuan itu.&lt;br /&gt;Tapi  perempuan itu tetap saja melantunkan tembang yang barusan aku dengar  dari komputerku. Dengan ragu, perlahan aku masuk ke dalam kamar. Dan  mendekati sosok perempuan itu, agak dekat.&lt;br /&gt;“Mbak!? Hai mbak!? Mbak siapa ya?” sapaku sekali lagi kepada sosok perempuan itu.&lt;br /&gt;“alam  isun duduk alam dunyo..ison seng keneng d deleng moto…mergo nyowo nyoro  wis d pisah ambi rogo..kadong riko kangene kliwat yoro…colok kemenyan,  damar kembang, lan du’o-du’o” &lt;i&gt;[alamku bukanlah alam dunia…aku tidak  bisa dilihat dengan mata…karena nyawa sudah dipisah dengan raga…kalau  kamu rindu sekali…bakarlah kemenyan, lampu minyak dan doa-doa]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Perempuan  itu tidak menggubris dan tetap saja melantunkan tembang yang aku dengar  dari komputerku. Aku menaruh tanganku di pundak perempuan itu. Dingin  sekali pundaknya.&lt;br /&gt;“Mbak!?” sapaku kepadanya dengan nada agak tinggi namun tetap datar.&lt;br /&gt;“tengah  wengi isun mesti teko…tekan isun yo sing wujud menungso… tengah wengi  isun mesti teko…tekan isun yo mung biso wujud suworo” &lt;i&gt;[tengah malam  aku pasti datang…kedatanganku bukanlah dengan wujud manusia…tengah malam  aku pasti datang, kedatanganku hanya bisa dalam bentuk suara]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu tiba-tiba saja menyetop tembangnya, lalu terdiam. Sepertinya dia merasa tertanggu dengan kehadiranku.&lt;br /&gt;“Mbak siapa!? Kok ada di sini?” aku bertanya kepadanya sementara wajahku mencoba menangkap wajahnya.&lt;br /&gt;Perempuan itu perlahan menolehkan wajahnya ke wajahku. Dan, “Mamiiiiiiii!!! Tolooooooong!!!” Aku berteriak keras tidak karuan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tiba-tiba  aku terbangun kaget dari tidurku! Napasku tidak karuan, jantungku  berdegup kencang. Aku membuka mata dan mengusap wajahku dengan tanganku.  Hah? Ternyata hanya mimipi! Tapi aku bertambah kaget, bahkan sangat  kaget setelah betul-betul sadar, aku tidur sambil berdiri. Dan berdiri  di dalam kamar lain, bukan kamarku,  yang sepertinya aku kenal! Kamar  no. 7!!!. [to be continued…]﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jember, 9 September 2010.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Thanks for; orang yang mengirimi aku tembang "Suworo".&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-1189289634899478778?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/1189289634899478778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=1189289634899478778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/1189289634899478778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/1189289634899478778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/h-2-chapter-1-kamar-no-7.html' title='H-2 (Chapter 1); Kamar No. 7'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-6617270932167470847</id><published>2011-11-13T22:40:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:27:51.922-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa dan saya'/><title type='text'>Kau Gadis, Tahu Rasa? (3)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Seperti biasa pagi  datang. Pagi-pagi yang seperti biasa. Dingin embun menerobos masuk dalam  ruang di sini aku bersajak. Embun jatuh di halaman depan dengan  anggunnya. Hinggap perlahan di daun lalu menetes dari pucuknya, jatuh  ditanah yang masih mengantuk. Rumput pun rela menadah, sehingga telihat  hamparan permadani yang mengkristal.&lt;br /&gt;Ada juga embun yang masih  asik menari-nari di udara bebas. Saat orang-orang berjalan menikmati  pagi, embun menerpa wajah. Lalu tersenyumlah mereka dengan wajah merah  merona didandan embun pagi. Embun merangkai burung-burung kecil  bernyanyi di ranting-ranting pohon. Saat mentari menampakwajah, embun  menyambut sinarnya. Hariku hidup diterpa pantulan sinar pagi dari  Mentari dan sang embun. Wajahku bersinar, bumi bersinar, seperti sinar  fantasyyang memantul-mantul. Ini pagi-pagi yang seperti biasa. Lalu  menjadi sepanjang hari yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku ingin bersajak tentang  hari yang tidak biasa, Gadis. Hari dimana kita lama saling  berpandangan, begitu lama sekali. Setelah kita saling menganyam kata,  muncul sajak indah di hari itu. Sajak paling indah buatku. Lalu kau  tersenyum manis sekali, rasa manisnya aku bawa pulang. Manisnya  membekas, masih terasa sampai saat ini, bisa abadi mungkin? Masih kau  ingat? Ya, sajak indah tentang "teratai". Kau teratai yang sibuk sekali  kuajak bercerita. Laluhilang sedih dan gunda-gulana dari setiap harimu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Seribu sajak aku buat dari anyaman kata-kata paling indah. Ah, lucu memang. Setiap hari aku kirimkan via sms ke &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;mu.  Aku membayangkan kau membacanya lalu tersenyum dan sangat senang dengan  sajakku. Dan aku pun senang memberikannya, walau hanya sekadar sajak.  Dunia serasa jadi kiamat paling indah, lalu menjadi surga rasanya saat  kau membalas pula sajakku.&lt;br /&gt;Setiap hariku hanya sosokmu yang  menghampiri aku dalam lamunan-lamunanku. Kadang logika dan rasa saling  bertolak belakang, berdebat diri tentang arti hadirmu dihadapku. Aku  tersenyum sendiri, salah tingkah sendiri, dan salah sangka sendiri,  tertipu diri sendiri. Hingga aku tersipu malu dibuatnya. Lalu aku  bersajak;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siapa Kau?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kau begitu samar dalam mimpi-mimpiku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sangat samar!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Siapa gerangan dirimu?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gadis dengan gaun putih bermah kota berlian, bening mengkristal&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menghias indah rambutmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wajahmu sangat ayu, kulitmu lembut bercahaya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi tetap saja samar dalam mimpi-mimpiku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sangat samar!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua tanganku memegang kedua tanganmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lalu kau menaruh tanganmu di pinggangku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Begitu juga aku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kita saling bertatapan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi aku tak bisa menggambarkan bagaimana wajamu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tak bisa aku mengingat bagaimana wajahmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku melihat kau tersenyum memandangku begitu dekat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lama sekali aku memandangmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Begitu juga kau sambil tersenyum manis&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wajah kita saling mendekat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lalu hidung kita bertempelan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku melihat dalam matamu yang bening&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi dibalik kedua matamu itu, aku tak bisa menemukan makna&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Arti kita berdua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi kau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tetap saja samar dalam mimpi-mimpiku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sangat samar!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku tak bisa mengingat wajahmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Siapa kau?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tapi  aku ingin bersajak tentang hari yang tidak biasa. Hari dimana rasaku  teraduk-aduk. Hari dimana aku mati rasa. Hari dimana aku tidak yakin  lagi kau ada untukku. Tidak ada masa depan denganmu. Sepele memang; kau  dibonceng mesra oleh sahabatku, yang kata sahabat satuku lagi, sudah  seperti saudara sendiri. &lt;i&gt;Bu**hit!&lt;/i&gt; Semua itu!&lt;br /&gt;Dunia serasa  jadi kiamat paling tragis, lalu menjadi neraka rasanya saat aku  memengingat kejadian itu. Aku tidak banyak berkata-kata seperti biasanya  hari itu. Bukannya marah kepadamu, tapi aku bingung ingin bertingkah  dan berkata seperti apa. Hari itu hanya aku ingin kita berdua saja. Tapi  kau begitu mesra dengan mereka berdua. Tahukan kau gadis, aku  menyembunyikan rasa kepadamu, cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jember, Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Iseng-iseng, lagi BT tak tahu mau berbuat apa...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-6617270932167470847?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/6617270932167470847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=6617270932167470847' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6617270932167470847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/6617270932167470847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/kau-gadis-tahu-rasa-3.html' title='Kau Gadis, Tahu Rasa? (3)'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-9049882739536249034</id><published>2011-11-13T22:39:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T12:28:22.890-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa dan saya'/><title type='text'>Kau Gadis, Tahu Rasa? (2)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Oh..oh..oh..terkembang  begitu manis senyummu Gadis! Saat aku potret kau di dekat jendela  ruangan penuh kenangan ini. Cantik kau, membuat hatiku berbunga-bunga.  Tahukah kau Gadis. Gambar manismu yang kubekukan dengan kamera  kesayanganku adalah karya terbaikku, hanya untukmu saja. Mulai dari  angle, cahaya, diafragma, fokus, warna, dan lainnya menjadi satu harmoni  yang begitu &lt;i&gt;perfect&lt;/i&gt; aku atur. Persembahan paling spesial tentunya hanya untukmu, Gadis. Ya, hanya untukmu saja.&lt;br /&gt;Di  ruangan penuh kenangan ini aku masih saja memandangi gambar manismu.  Lama kupandangi, seraya kadang aku tersenyum manis, kecut, pahit, dan  asin bercampur menjadi satu lalu kadang hambar terasa senyumku ini.  Sesekali dadaku terasa sesak, teraduk-aduk tapi masih bisa tegak aku,  tidak layu. Tapi aku tidak cengeng, dan tidak tertarik menangis karena  wanita.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gadis. Kau tidak begitu cantik, dan bukan tipe  cowok manapun. Tapi aku "nyaman" saat ada di dekatmu. Nyaman yang  menghadirkan rasa, aku padamu. Tidak tahu kenapa ya Gadis? Tidak tahu  pula apa yang membuat aku menyimpan rasa yang paling dalam pula? Apa  yang lebih darimu, sehingga aku merasa begitu kerkurangan Gadis?  Kekurangan dalam segala hal? Sampai aku lupa mensyukuri pemberian tuhan;  rasa, logika, materi, ide dan apapun. Kau begitu lebih dan aku begitu  kurang, perasaan seperti itu masih saja meneror di sini, di ruang penuh  kenangan ini, Gadis.&lt;br /&gt;Rasa itu hadir saat kau memintaku untuk  diajari fotografi suatu waktu. Biasa saja awalnya, karena kita baru saja  kenal seminggu. Tapi "situasi" di saat itu yang kemudian menghadirkan  "rasa". Kita begitu dekat, sentuhanmu membuat aku merah padam. Ah, rasa  lalu menancap dalam di hati, tidak bisa aku cabut sejak itu, sampai saat  ini, detik ini, di ruangan penuh kenangan ini.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setiap  hariku penuh dengan rasa gembira sejak itu. Terlebih saat aku bertemu  denganmu Gadis. Kau percaya itu?Tapi itu yang terjadi padaku Gadis. Aku  dengan senang hati akan selalu menuruti permintaanmu. Apapun yang kau  minta bilang saja dan akan aku perjuangakan. Malah aku sangat senang  ketika kau meminta kepadaku.&lt;br /&gt;Tidak habis pikir aku begitu konyol  dan sangat baik kepadamu. Dalam pikiran jahatku malah aku berpikir kau  memanfaatkanku Gadis. Tapi buru-buru pikiran semacam itu aku hapus dari  pikiranku. Pernah suatu saat kau yang meminta diantarkan ke suatu tempat  yang sangat kau sukai. Aku dengan senang hati dan niat tulus  mengantarkanmu. Aku tidak ingin permintaanmu gagal aku penuhi hari itu,  kalau gagal aku akan sangat menciut sekali Gadis. Kalau perlu akan  kuratapi kebodohanku berhari-hari, karena gagal memenuhi permintaanmu.&lt;br /&gt;Semua  perfect dan aku datang sore itu, di hari itu pukul 17.00. Lama kutunggu  kau ditempat kita janjian tapi kau tidak juga datang. Empat jam  berlalu, kau belum muncul, aku berfikir positif; mungkin kau masih  sibuk. Ingin aku telepon dan sms tapi aku takut mengganggumu. Satu jam  berlalu akhirnya aku telpon kau tapi tidak kau angkat.Tak apalah aku  tunggu sebentar lagi. 30 menit berlalu kau tidak juga datang.  Berangkatlah aku menuju depan rumahmu. Karena pikirku siapa tahu kau ada  dirumah, bisa "ngapel" sebentar tidak apa-apa. Atau barang kali kau  belum pulang, dan kita bisa bertemu di depan rumahmu dan bersapa hanya  sebentar saja tidak apa kalau kau pulang nanti. Kau belum juga muncul,  sampai pukul 01.00. Ah, hujan, basah kuyup aku.&lt;br /&gt;Sudah tidur  mungkin, pikirku. Oh,aku tidak ingin mengganggunya tidur, kalau ku  ganggu aku takut nanti dia bisa kelelahan beraktifitas besok. Aku pulang  sajalah. Selamat tidur Gadis! &lt;i&gt;Have a nice dream!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Keesokan  harinya kau telpon aku. Maaf, katamu diujung telepon. Beberapa alasan  kau sampaikan kepadaku; sorenya aku sibuk di organisasi J di kampusku,  sampai malam, aku pulang lalu tidur karena kelelahan. Sekali lagi maaf,  katamu. Oh, tidak apa-apa kok, saya"mengerti", kataku ke ujung telepon,  dan aku tersenyum senang ditelepon olehmu. Itu saja! Tidak aku ceritakan  penderitaanku menunggunya. Tidak sama sekali.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Ah, sial. 5 &lt;i&gt;miss call&lt;/i&gt; dan 3 &lt;i&gt;massage inbox&lt;/i&gt;  tertulis di layar hand phone-ku. Oh, rupanya dari seorang  sahabat.Halah! Sahabat apanya! Dia selalu bilang kita saudara!  Ow..ow..ow..saudara dari mana? Sial! Tidak perlu aku tanggapi. Untuk  apa? Tidak perlu kubaca isinya,hapus sajalah. Kalau perlu dari  ingatanku, detik ini, di ruangan penuh kenangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jember, Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Iseng-iseng, lagi BT tak tahu mau berbuat apa...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-9049882739536249034?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/9049882739536249034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=9049882739536249034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/9049882739536249034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/9049882739536249034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/kau-gadis-tahu-rasa-2.html' title='Kau Gadis, Tahu Rasa? (2)'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-7951479539728213115</id><published>2011-11-13T22:38:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:28:59.704-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa dan saya'/><title type='text'>Kau Gadis, Tahu Rasa?</title><content type='html'>Begitu bahagia aku. Sepanjang hari ini hanya milik aku dan dia. Ya, kami berdua! Setelah mengguyur badanku dengan&lt;i&gt; banyu&lt;/i&gt;,  kuusap butiran air yang di sekujur tubuh yang menetes-netes jatuh ke  lantai. Dengan handuk kering yang selalu aku cuci seminggu 4 kali,  lembut putih warnanya.&lt;br /&gt;Kupakai parfum terbaik dan termahal  (kata penjual parfum) yang kubeli khusus untuk hari ini. Kaos terbersih  dan celana panjang terkeren pula. Tak peduli aku. Dan, aku padamu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kau  datang Gadis, lama kutunggu. Kutunggu kau dengan "sahabat" baikku, ya  sahabat, seperti "saudara"! Yang "ternyata" kau undang juga hari ini.&lt;br /&gt;Kau  datang tidak sendiri, dengan salah satu sahabat baikku pula, ya sahabat  baik, seperti saudara! Berboncengan kau dan dia, begitu dekat, hangat,  dan tentunya membikin cemburu aku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Buyar&lt;/i&gt;  hari ini. Semua harap, semua angan dan ingin hanya kita berdua. Oh,  bukan hanya aku yang buyar, kedua sahabat baikku, ya sahabat baik,  seperti saudara kau buat buyar juga. Buyar lalu dingin suasana, kami tak  seperti sahabat baik, ya sahabat baik, seperti saudara. Mata kami  saling mengawasi, seperti ingin menerkan dan curiga akan diterkam, lalu  saling menerkam sesamanya. Tapi kami bertiga hanya laki-laki. Iya, yang  masih pakai akal sehat, punya harga diri, tahu diri dan rasa malu. Kami  tahu sekali, aku harap kau juga tahu. Kau banyak berceloteh, kami banyak  diam. Tapi sesekali menutupi kedongkolan hati dengan &lt;i&gt;macak&lt;/i&gt;  mencairakan suasana, yang penuh kepura-puraan. Tertawa pun, hanya senyum  yang sangat terpaksa kami buat-buat, tapi kau harus tahu, senyum  terkembang itu sangat tidak ikhlas.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Aku  balik kekosan. Sengaja aku cepat-cepat, karena aku muak dengan hari ini,  sangat muak sekali. Aku ambruk merebah di kasus empukku tersayang,  masih dengan parfum wangi, kaos dan celana terbaik, wajah dan tubuh yang  segar. Aku bangkit, melangkah bolak-balik, menjambak rambutku dengan  kasar sehingga awut-awutan. Pikiranku berhamburan kemana-mana, namun  pikiran itu masih tetap di ruangan sempit ini.&lt;br /&gt;"Mengapa  kau memberikan aku banyak sekali harapan? Mengapa kau membuatku terlalu  berharap? Apakah aku yang terlalu berharap? Apakah aku yang terlalu&lt;i&gt; geer&lt;/i&gt;? Kenapa aku begitu nyaman denganmu Gadis? Tapi belakangan aku tahu kau "biasa" terhadapku!"&lt;br /&gt;Gadis.  Hari ini aku mengutuki habis-habisan diriku. Diriku yang terlalu lemah  tentang rasa. Setiap saat sosokmu hadir seperti hantu, lalu dalam bathin  aku selalu berdebat; kau nyata atau tidak? Kau mungkin atau tidak? Saat  ini pun begitu Gadis! Ah, aku bisa gila kalau begini.&lt;br /&gt;Aku  ingin berbagi kesumpekan hari ini. Dengan dua sahabatku baikku, ya  sahabat baik, seperti saudara, yang ternyata kau undang juga hari ini.  Berulang kali aku &lt;i&gt;misscall&lt;/i&gt; dan mengirimi pesan mereka berdua, bergantian, tapi tidak langsung direspon seperti biasanya. Ya, tidak seperti "biasanya".&lt;br /&gt;Aku lama sekali berdiri terdiam menggenggam &lt;i&gt;hand phone&lt;/i&gt;.  Perlahan demi perlahan aku tak bisa mengendalikan diriku. Hanphone aku  genggam erat, lalu kubanting dengan keras kelantai hingga pecah  berantakan. Aku melihat diriku di cermin, lalu cermin aku lempar dengan  parfum terbaik dan termahal (kata penjual parfum) yang kubeli khusus  untuk hari ini. Cermin retak, beberapa bagian jatuh pecah berantakan  bersama botol parfum yang pecah pula, wangi menyebar dalam ruang sempit  ini. Aku melihat diriku yang tidak utuh di cermin. Aku melihat diriku  dalam retakan itu berubah menjadi seekor keledai, aku bodoh sekali! Dan  kau gadis, berhasil mempermainkan perasaanku, hingga hilang akal  sehatku! Hari ini aku mengutuki diriku sendiri dengan kesendirian yang  senyap; Bodohnya aku!!!&lt;br /&gt;Jember, Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Iseng-iseng, lagi BT tak tahu mau berbuat apa...&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-7951479539728213115?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/7951479539728213115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=7951479539728213115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/7951479539728213115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/7951479539728213115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/kau-gadis-tahu-rasa.html' title='Kau Gadis, Tahu Rasa?'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-2588607113671991308</id><published>2011-11-13T22:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T12:21:21.987-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sulawesi dan saya'/><title type='text'>Meong Pallo Karallae</title><content type='html'>Kau setia&lt;br /&gt;Menyusur tanah penuh kerikil tajam di badan eksotik tanah Bugis&lt;br /&gt;Angin menari-nari menemani jejakmu&lt;br /&gt;Awan menggulung-gulung kadang memayungimu dalam gersang dan gerah di tanah Daeng&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengabarkan kepada dunia tentang legendamu&lt;br /&gt;Menyebar mutiara kebajikan dan kebaikan&lt;br /&gt;Lalu pesan-pesan itu tertanam dalam di hati moyang tanah Daeng&lt;br /&gt;Menjadi nilai dan laku mengikut jejak silsilah semua Bugis&lt;br /&gt;Maafkan saat ini&lt;br /&gt;Ketika perjuangan, kabar dari alam, yang berkisah tetangmu&lt;br /&gt;Di curi orang karena kelalaian moyangku&lt;br /&gt;Maafkan saat ini&lt;br /&gt;Ketika &lt;i&gt;pappaseng&lt;/i&gt; (pesan) tentang kebajikan&lt;br /&gt;Menguap hilang dan terkuras habis dari samudra hati generasi Bugis abad 21&lt;br /&gt;Kau harta karunku&lt;br /&gt;Akan kutemukan kembali&lt;br /&gt;Lalu akan mengikut minimal dalam silsilah keluargaku kelak&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Ayam bertengger dia atas jerami tapi tidak makan"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jember, 19 Agstus 2010&lt;br /&gt;saat ku berceloteh tentang Sulawesi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-2588607113671991308?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/2588607113671991308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=2588607113671991308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/2588607113671991308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/2588607113671991308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/meong-pallo-karallae.html' title='Meong Pallo Karallae'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-3609512566356858779</id><published>2011-11-13T22:33:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:18:23.219-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh dan saya'/><title type='text'>Di Samping Makam Soekarno (Chapter 3)</title><content type='html'>Selamat sore kuucapkan salam kepada Bapak Revolusi&lt;br /&gt;Salam setengah merdeka!&lt;br /&gt;Untuk kemerdekaan yang tidak gratis di tumpah darahku Indonesia&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya datang lagi Bung Karno!&lt;br /&gt;Saya datang untuk sedikit berbagi resah dengan Bung&lt;br /&gt;Setidaknya sesama “mantan” pemimpin gerakan mahasiswa&lt;br /&gt;Ya,  sekarang saya sudah mantan! Tapi itu diberikan kepada saya kalau saya  diundang sebagai pembicara di setiap kegaitan pers mahasiswa belakangan.&lt;br /&gt;“dengan pembicara; Mantan…” begitu tulis mereka dalam setiap proposal atau undangan kegiatan&lt;br /&gt;Saya lengser pada Kongres PPMI X di Kota Jember&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, Bedanya kita Bung, hanya;&lt;br /&gt;Bung mantan Pemimpin Perkumpulan Indonesia waktu sekolah di Belanda,&lt;br /&gt;Dan saya mantan Pemimpin Perhimpunan Pers Mahasiswa yang masih sekolah di Jember.&lt;br /&gt;Perjuangan Bung dari penjara ke penjara,&lt;br /&gt;Perjuangan saya dari lantai gerbong kereta, lorong-lorong dek kapal, sampai mobil bak terbuka.&lt;br /&gt;Banyak wanita yang mencintai Bung,&lt;br /&gt;Banyak wanita yang ogah dengan saya.&lt;br /&gt;Bung bacakan Proklamasi,&lt;br /&gt;Saya bacakan pernyataan sikap.&lt;br /&gt;Bung berontak kepada penjajah,&lt;br /&gt;Saya berontak kepada Negara (istilahnya juga penjajah, tapi yang satu ini beda Bung).&lt;br /&gt;Bung setelah “dilengserkan” terpenjara dalam tahanan rumah,&lt;br /&gt;Saya setelah “lengser” terpenjara dalam resah.&lt;br /&gt;Bung sudah dikubur,&lt;br /&gt;Saya masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan persamaan kita Bung;&lt;br /&gt;Kita sama-sama seorang Pria&lt;br /&gt;Kita sama-sama ganteng (aih, yang ini jangan dianggap serius Bung)&lt;br /&gt;Kita sama-sama berupaya menyatukan satu kesamaan dan rasa dalam keindonesiaan&lt;br /&gt;Kita sama-sama suka menulis&lt;br /&gt;Kita sama-sama mendefinisikan Indonesia dari lokalitas-lokalitas&lt;br /&gt;Kita sama-sama punya kekuatan pada basis massa rakyat&lt;br /&gt;Kita sama-sama cinta rakyat Indonesia&lt;br /&gt;Dan, kita sama-sama cinta Indonesia, walaupun Indonesia tidak pernah jadi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Bung saya Cuma mau menyampaikan beberapa hal;&lt;br /&gt;Pertama, Pers Mahasiswa semakin tidak menarik.&lt;br /&gt;Kedua, mahasiswa saat ini cenderung hedonis, pragmatis , elitis, dan lupa dengan esensinya.&lt;br /&gt;Ketiga,  kelakuan kaum terpelajar (intelektual) semakin tidak manusiawi. Mereka  tunduk takhluk pada penindasan yang Bung dan Saya sangat benci!&lt;br /&gt;Keempat,  berjuta kanak-kanak tak bisa sekolah, massa rakyat tak bisa Calistung  (baca, tulis, hitung) sehingga mereka selalu dibodohi karena mamang  dibuat bodoh. Pendidikan seperti barang dagangan!&lt;br /&gt;Kelima, bulan Juli tahun ini (2010) semua kebutuhan dasar massa rakyat naik! Yang turun Cuma harga diri!&lt;br /&gt;Keenam,  sebenarnya banyak Bung yang mau saya sampaikan di sini! Tapi saking  banyaknya saya lupa, dan saya takut Bung juga lupa kalau dihafal semua!  Segitu dulu ya Bung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Bung! Jangan bersedih, gak enak dilihat orang!&lt;br /&gt;Saya juga sedih, tapi menurut saya kesedihan itu barang usang yang harus dibuang di belakang gudang!&lt;br /&gt;Perjuangan itu pahit, karena surga itu manis Bung!&lt;br /&gt;Nah, sekarang istirahat yang santai ya Bung! Nyantai wae!&lt;br /&gt;Serahkan saja ke kami generasi saat ini, yang ditakdirkan hidup untuk saat ini.&lt;br /&gt;Dikontrakan  kami di Jember terpampang poster Bung diruang tengah dekat televisi.  Awalnya ada dua Poster, milik Bung sendiri dan poster cantik Avril  Lavigne. Tapi kami lebih memilih menurunkan poster Avril dari pada  menurunkan poster Bung. Kenapa? Kami harap Bung bangga melihat kami dan  selalu melihat juga mengawasi keresahan-keresahan kami disetiap  aktifitas kami. Bung bangga melihat diskusi-diskusi kami tentang cinta  (cinta Freudian dan Paltonis, cinta Marxian, cinta hidrolik, sampai  cinta yang demokratis) dan hal-hal umum yang meresahkan, buku-buku kami,  dan optimisme kami sebagai kaum muda terpelajar (intelektual)  Indonesia.&lt;br /&gt;Tapi, maaf Bung! Kalau Bung melihat kami bangun kesiangan,  Bung melihat kami jarang kuliah bahkan tidak kuliah, Bung melihat kami  suka nonton kartun Naruto atau Spongesbob, Bung melihat poster Sigmun  Freud dibingkai rapi dari pada poster milik Bung (bukan saya pelakunya),  bahkan Bung melihat kami gemar menuju Bangka 1 (full season) bermain  PS, saat ada yamg merangsang “salam olah raga!”. Jangan dimasukkan di  hati Bung! Anggaplah itu hanya hobi, hiburan atau selingan diwaktu penat  datang! Bukankah disela perjuangan juga butuh hiburan Bung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh  iya Bung, saya ndak datang sendiri ke sini, saya bawa banyak  pemuda-pemudi (gak seberapa sih) yang militan, tangguh, dan aksektis  kesini.&lt;br /&gt;Eits! Tapi bukan sekadar membaca Al-Fateha dan berdoa khusyuk untuk Bung!&lt;br /&gt;Bung pernah bilang; “berikan saya sepuluh pemuda, dan saya akan merubah dunia!”&lt;br /&gt;Nah,  sekarang saya bawa delapan pemuda-pemudi. Sembilan dengan saya. Oh iya  lupa, nanti ada dua orang lagi yang nyusul kesini! Anggaplah sebelas  pemuda-pemudi. Kami berkomitmen Bung, untuk terus resah dengan  Indonesia. Saya harap Bung senang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pamit dulu Bung Karno, Bapak Revolusi!&lt;br /&gt;Hormat saya! Sembah Nuwon!&lt;br /&gt;Salam setengah merdeka!&lt;br /&gt;Untuk kemerdekaan yang tidak gratis di tumpah darahku Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blitar, 26 Juni 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-3609512566356858779?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/3609512566356858779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=3609512566356858779' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/3609512566356858779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/3609512566356858779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/di-samping-makam-soekarno-chapter-3.html' title='Di Samping Makam Soekarno (Chapter 3)'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-5424950437125974880</id><published>2011-11-13T22:32:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T12:19:11.598-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh dan saya'/><title type='text'>Di Samping Makam Soekarno (Chapter 2)</title><content type='html'>Permisi Pak Soekarno!&lt;br /&gt;Selamat Sore!&lt;br /&gt;Oh maaf, saya duduk disini yah, maaf sekali lagi saya langsung duduk tanpa permisi!&lt;br /&gt;Maaf juga kurang sopan Pak!&lt;br /&gt;Merdeka!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aih, maksud saya, Salam Setengah Merdeka Pak! Eh, Bung!&lt;br /&gt;Begini Soekarno, saya panggil Bung Karno aja yah!&lt;br /&gt;Bukan lagi Pak Soekarno!&lt;br /&gt;Bagaimana?&lt;br /&gt;Soalnya biar lebih santai dan tidak terlalu kaku!&lt;br /&gt;Toh saya panggil Bung Karno, biar Anda merasa lebih muda. Dan saya lebih semangat!&lt;br /&gt;Oke!&lt;br /&gt;Aduh, maaf lagi, saya jorok sekali Bung, kemprol begini!&lt;br /&gt;Baju saya Cuma ini, saya juga belum mandi (keramas, sabunan, dan gosok gigi) entah berapa hari. Harap maklum adanya!&lt;br /&gt;Ah, ndak apa-apa kok, bagi saya biasa untuk seorang Bung Karno!&lt;br /&gt;Bung masih ingat saya kan? Fandy Ahmad!&lt;br /&gt;Ha  ha ha…iya betul yang waktu lebaran tahun 2005 berkunjung kesini pertama  kali. Yang ndak bisa pulang kampung karena tak tahu caranya ngurusi  tiket mudik dan terpaksa berlebaran dengan keluarga temannya. Iya tepat  sekali Pak! Eh, maksud saya Bung karno! Hormat saya kepada anda! Saya  datang lagi Bung setelah sekian lama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung pasti bertanya kenapa saya begini? Ada yang berubah dari saya?&lt;br /&gt;Ya wajarlah Bung! Seharusnya Bung senang ada perubahan pada diri seseorang!&lt;br /&gt;Ya, saya dirubah oleh cakrawala baru yang banyak itu, yang digambarkan samar oleh Bapak saya.&lt;br /&gt;Ah,  ternyata cakrawala itu tidak seindah yang aku banyangkan. Tidak semanis  yang aku impikan disetiap nina bobokku. Realitas tidak seperti  dongen-dongeng happy ending.&lt;br /&gt;Ya, cakrawala itulah yang merubahku seperti ini Bung!&lt;br /&gt;Aku pikir semua cakrawala yang berusaha keras kurebut adalah Gila!&lt;br /&gt;Lalu aku bersajak tentang cakrawal-cakrawal itu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila”&lt;br /&gt;Sungguh gila apa yang sudah kita lakukan ini&lt;br /&gt;Berbeda dengan manusia pada umunya&lt;br /&gt;Edan!&lt;br /&gt;Tapi aku suka!&lt;br /&gt;Sangat suka sekali!&lt;br /&gt;Dan diujung sana masih ada kegilaan lainnya yang siap untuk dijelajah.&lt;br /&gt;“Aku masih datang dengan cinta dan sedikit keras kepala!”&lt;br /&gt;Edan tenan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukutip sajak W.S. Rendra (Puisi Pertemuan Mahasiswa);&lt;br /&gt;“…ada yang menangis, ada yang mendera&lt;br /&gt;Ada yang habis, ada yang mengikis&lt;br /&gt;Dan maksud baik kita memihak yang mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Bung sedikit intrepretasi perubahan-perubahanku&lt;br /&gt;Selain banyak intrepretasi yang lainnya&lt;br /&gt;Aku putuskan sedikit keras kepala, karena cintaku kepada mereka!&lt;br /&gt;Lalu aku bersajak lagi tentang takdir;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…kami ditakdirkan hidup untuk Indonesia…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Bung!&lt;br /&gt;Pilihanku!&lt;br /&gt;Mestinya kau paham dengan itu, dan Aku yakin kau mengerti itu!&lt;br /&gt;Biarlah kau mengatai aku munafik&lt;br /&gt;Biarlah kau menertawaiku&lt;br /&gt;Biarlah kau mengejekku&lt;br /&gt;Jika kau mau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke Bung! Segini dulu ya! Saya mau turun ke barak-barak Pers Mahasiswa!&lt;br /&gt;Kalau ada postermu di salah satu barak persma, lihatlah aku!&lt;br /&gt;Apa yang kukerjakan Bung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam setengah merdeka!&lt;br /&gt;Bravo Pers Mahasiswa!&lt;br /&gt;Untukmu Bapak Revolusi!&lt;br /&gt;Permisi!&lt;br /&gt;Saya sedang sibuk sekali!&lt;br /&gt;Hanya Al-Fateha yang aku tahu! Doa lainnya sudah lupa!&lt;br /&gt;Sampai jumpa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blitar, Januari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-5424950437125974880?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/5424950437125974880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=5424950437125974880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/5424950437125974880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/5424950437125974880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/di-samping-makam-soekarno-chapter-2.html' title='Di Samping Makam Soekarno (Chapter 2)'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-3866624352405289321</id><published>2011-11-13T22:27:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T12:19:38.426-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh dan saya'/><title type='text'>Di Samping Makam Soekarno (Chapter 1)</title><content type='html'>Permisi!&lt;br /&gt;Halo Pak Soekarno!&lt;br /&gt;Selamat Sore!&lt;br /&gt;Saya duduk disini ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkanalkan nama saya Fandy Ahmad.&lt;br /&gt;Saya lahir di Pinrang, sebuah kota kecil di punggung Pulau Sulawesi, pada tanggal 20 Maret 1988.&lt;br /&gt;Pekerjaan Bapak Saya PNS di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pinrang, Prov. Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;Kalau Ibu Saya wiraswasta saja.&lt;br /&gt;Hobi saya, “meriset” apa saja.&lt;br /&gt;Sekarang  Saya kuliah di Jurusan IESP (Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan)  Fakultas Ekonomi Universitas Jember, semester satu, angkatan 2005. Masuk  disitu dengan jalur PMJK (Penerimaan Mahasiswa Jalur Khusus). Walaupun  Bapak Saya pusing uang POMA (Persatuan Orang Tua Mahasiswa)-nya agak  mahal, saya senang kuliah disitu. Karena di Jawa, kata Bapak Saya, ada  bayak cakrawala baru disana. Dan Saya akan sungguh-sungguh kuliah.&lt;br /&gt;Saya  pernah tinggal di Kota Jayapura, Irian Jaya (sekarang Papua Pak!).  Kira-kira umur dua tahun Saya diajak Bapak Hijrah kesana setelah beliau  tamat Sarjana Hukum di UMI (Universitas Muslim Indonesia) Ujungpandang  (sekarang Makassar Pak!) Sulawesi Selatan. Saya melewati masa kecil dari  Taman Kanak-kanak (TK) sampai SMP kelas dua catur wulan kedua. Saya  diajar oleh guru-guru yang merupakan orang Papua asli. Jadi karena  mereka saya jadi pintar seperti sekarang ini. Jayapura penuh kenangan  buat Saya Pak.&lt;br /&gt;Kami pindah ke Pinrang lagi karena isu Papua merdeka,  waktu itu terjadi kerusuhan di berbagai wilayah di Indonesia tahun  1998-1999. Di Pinrang saya pindah ke SMP Negeri 1 Pinrang, setelah lulus  lanjut di SMA Negeri 1 Pinrang. Dan mendapat undangan PMJK dari tiga  kampus, Universitas Jember salah satunya dan yang saat ini saya pilih.&lt;br /&gt;Aduh  Pak Soekarno! Saya sangat bangga dan terhormat bisa berziarah ke Makam  Bapak. Jarang-jarang Pak ada orang Sulawesi yang sempat berkunjung ke  Makam Pendiri Republik Indonesia! “Wah, makamnya besar ya! Memang pantas  untuk orang besar seperti Pak Soekarno” kata Saya kepada teman Saya.&lt;br /&gt;Oh iya Pak, pasti bapak bertanya-tanya, kenapa saya bisa sampai ke Blitar? Iya kan Pak?&lt;br /&gt;Ceritanya menyedihkan sekaligus menyenangkan Pak.&lt;br /&gt;Menyedihkannya  dulu ya Pak. Karena ada peribahasa yang mengatakan “bersusah-susah  dahulu, bersenang-senang kemudian”; Saya bisa terdampar sampai Blitar,  karena tidak bisa pulang kampung merayakan Hari Raya Idul Fitri.  Berkumpul dengan keluarga. Saya kehabisan tiket pesawat dan kapal laut  Pak. Ya, begitulah nasib saya Pak, orang yang masih adaptasi dengan  urusan-urusan administrative seperti itu. Saya juga belum begitu paham  dengan Pulau Jawa; bahasanya, makanannya, tempat kosan yang murah,  tempat-tempat bersejarah, sampai tempat belanjanya. Apalagi ngurusi  tiket pulang Pak!&lt;br /&gt;Cerita menyenangkannya; Saya punya teman sekamar di  kosan yang baik, namanya Frani, Lengkapnya Alfrani Cahyo. Satu jurusan  dan satu angkatan dengan Saya. Nah, dia ini Pak yang mengajak Saya ke  Blitar untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarganya disini. Bapaknya  baik dan ramah, adek-adeknya juga baik semua. Apalagi Ibunya!&lt;br /&gt;Saya  ke Blitar naik sepeda motor dengan Frani. Sebelum saya ke Blitar Saya  sempat sakit dan hampir mati! Serius Pak, hampir mati! Nyawa saya sudah  setengah, karena tidak pernah makan selama sakit, entah penyakit saya  apa. Sampai-sampai orang-orang yang ada dikosan, dari Bapak Kos  (sekaligus ketua RT), Ibu Kos, Anak Kos (teman seangkatan saya juga),  sampai anak-anak lain yang ngekos disitu dibuat geger dan repot akibat  ulahku yang hampir mati karena sakit! Tapi orang Jawa memang baik, saya  sangat dibantu (dilayani) hingga sembuh tak jadi mati. Ah, mudah-mudahan  aku bisa membalas kebaikan mereka! Amien!&lt;br /&gt;Saya dirumah Frani seperti  di rumah sendiri. Masakan ibunya seperti masakan Ibuku dirumah. Saya  yang awalnya tidak suka makan, jadi doyan makan karena enak sekali  masakan Ibunya Frani. Jadi malu kalau sudah lihat makanan yang  dihidangkan Ibu Frani, Saya makan sampai nambah dua porsi! Tapi Saya  tetap saja kurus, dan tidak gemuk seperti kemarin. Pamannya itu juga  baik, cerdas, dan kritis. Dia pernah menasehati aku agar menjadi  mahasiswa yang baik, kritis, cerdas, dan manfaat. Yang saya tidak  mengerti waktu dia bilang “mahasiswa saat ini sudah mengalami pergeseran  nilai”. Sampai sekarang Saya disini, Saya tidak tahu maksudnya apa.&lt;br /&gt;Saya  juga diajak Frani keliling Kota Blitar, ternyata Kota ini indah ya Pak!  Saya sudah ke Alun-alun kota, Istana Gebangnya pak Soekarno, Perpusnya  Pak Soekarno, Waduk Wonorejo (kalau yang ini dekat malang Pak!), dan  sekarang Saya disini.&lt;br /&gt;Bapak Saya dirumah menyuruh Saya untuk masuk di  Organisasi Mahasiswa. Saya sih pengennya di UKM Penalaran gitu Pak.  Kalau di SMA dulu seperti Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Saya sering  menjuarai lomba-lomba karya tulis mulai dari tingkat kabupaten,  provinsi, sampai nasional (hanya finalis Pak!). Tapi sayangnya dikampus  saya tidak ada UKM semancam ini. Nah, waktu Omaba (Orientasi Mahasiswa  Baru) di kampus, ada UKM Kejurnalistikan, sepertinya saya tertarik. Yah,  sekedar mengasah kemampuan menulis lah Pak. Bapak saya sih oke-oke  saja.&lt;br /&gt;Ambisi besar saya Pak, saya ingin lebih berprestasi lagi  disini! Saya ingin menjuarai lomba-lomba karya tulis ilmiah mewakili  kampus. Saya ingin menjadi lulusan tercepat, lulusan paling muda dengan  IPK tertinggi saat wisuda nanti. Dan Bapak Saya akan tersenyum bangga  melihat anaknya ini. Amien!&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak yang mau saya  bilang ke Pak Soekarno! Tapi sepertinya Frani sudah kebelet mau pulang.  Yah, sayang sekali ya pak! Saya janji deh, lain kali Saya berkunjung  lagi ke sini Pak! Kalau ada waktu. Sudah dulu ya Pak! Saya bacakan  Al-Fateha dan doa Khusyuk untuk Pak Soekarno!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Sore Pak Soekarno!&lt;br /&gt;Merdeka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blitar, 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-3866624352405289321?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/3866624352405289321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=3866624352405289321' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/3866624352405289321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/3866624352405289321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2011/11/di-samping-makam-soekarno-chapter-1.html' title='Di Samping Makam Soekarno (Chapter 1)'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6794580444424575372.post-5466834377605869759</id><published>2008-08-17T05:09:00.000-07:00</published><updated>2008-08-17T05:12:46.089-07:00</updated><title type='text'>coba saja dulu</title><content type='html'>saya lagi coba belajr buat blog sama bambang dan qomar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6794580444424575372-5466834377605869759?l=cintakeraskepala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/feeds/5466834377605869759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6794580444424575372&amp;postID=5466834377605869759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/5466834377605869759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6794580444424575372/posts/default/5466834377605869759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintakeraskepala.blogspot.com/2008/08/coba-saja-dulu.html' title='coba saja dulu'/><author><name>Fandy Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17761534889878909010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b-W6KdTYLBQ/SSKWPGo7_6I/AAAAAAAAAAk/qZmBrXs4HKc/S220/fandy+edit+1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
